Madiun Pacu Tanam Cepat Hadapi Ancaman Iklim Ekstrem 2026
MERAHPUTIH I KAB MADIUN - Program Percepatan Tanam dan Panen Padi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur Tahun 2026 di Desa Gadong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5), menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadapi ancaman iklim ekstrem tahun ini.
Kegiatan yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Heru Suseno itu menekankan pentingnya percepatan tanam untuk menjaga produktivitas padi.
Heru Suseno mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi kondisi panas tahun 2026 lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, percepatan tanam menjadi strategi utama agar petani tetap mendapatkan pasokan air yang cukup.
“Percepatan tanam adalah salah satu strategi penting selain rehabilitasi dan optimalisasi irigasi. Mumpung air masih cukup dan hujan masih ada walaupun mulai berkurang,” ujar Heru.
Ia menjelaskan, lahan yang ditanami langsung oleh Gubernur Khofifah menggunakan transplanter riding merupakan sawah yang baru dipanen tiga hari sebelumnya. Setelah panen, lahan langsung diolah menggunakan rotavator dan pembenah tanah agar proses tanam bisa dipercepat.
“Ini bagian dari ikhtiar mempercepat produksi padi dan mempertahankan ketahanan pangan Jawa Timur,” katanya.
Pemprov Jatim menargetkan capaian luas tambah tanam minimal sama dengan tahun 2025 yang mencapai 2,43 juta hektare. Bahkan, pemerintah berharap angka tersebut dapat meningkat.
Untuk mencapai target tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim menyiapkan sejumlah strategi, mulai penggunaan benih unggul, penguatan proteksi hama, hingga optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).
Heru juga mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah menyiapkan dukungan APBD tahun 2026 untuk Kabupaten Madiun berupa bantuan sektor pertanian bagi kelompok tani.
“Insyaallah satu sampai dua bulan lagi proses administrasi selesai dan bantuan bisa segera diadakan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menilai percepatan tanam menjadi langkah penting menjaga posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Menurutnya, modernisasi pertanian harus terus diperkuat agar petani mampu menghadapi tantangan iklim.
Ia juga mengapresiasi penggunaan teknologi pertanian seperti drone dan combine harvester dalam kegiatan tersebut.
“Teknologi pertanian menjadi bagian dari penguat sektor pertanian kita,” katanya.
Khofifah berharap percepatan masa tanam dan panen serempak mampu menjaga stabilitas stok pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (pps)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih