Pemkot Surabaya Wisuda 824 Peserta Kemangi, Perkuat Benteng Keluarga Cegah Kenakalan Remaja
MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewisuda 824 peserta Program Kelas Remaja dan Orang Tua Tangguh, Kreatif, dan Mandiri (Kemangi) 2025 di Convention Hall Arief Rahman Hakim, Kamis (7/5/2026). Program ini menjadi langkah preventif Pemkot untuk menekan kenakalan remaja, tawuran hingga geng motor melalui penguatan komunikasi keluarga.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, peran orang tua sangat penting dalam membangun kedekatan emosional dengan anak, terutama pada usia remaja yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri.
“Jangan biarkan anak-anak remaja ini bertanya pada orang yang tidak tepat. Orang tua harus memberikan ruang bagi anak untuk bicara. Kalau orang tuanya tidak komunikatif, anak akan takut untuk bercerita,” kata Eri.
Menurutnya, keberhasilan orang tua bukan hanya soal memenuhi kebutuhan anak, melainkan mampu mengantarkan anak menjadi pribadi yang lebih baik. Ia pun membagikan pengalamannya menjaga kedekatan dengan keluarga meski memiliki kesibukan tinggi saat masih menjadi staf pegawai negeri.
“Saya dulu sering pulang subuh, tapi tetap meluangkan waktu bersama keluarga. Kadang hanya naik motor keliling bersama istri dan anak-anak agar komunikasi tetap terjaga,” ujarnya.
Eri menargetkan Program Kemangi ke depan dapat menjangkau seluruh RW di Surabaya, khususnya keluarga yang memiliki anak usia remaja. Sebab, menurutnya, jarak komunikasi antara anak dan orang tua paling rentan terjadi pada fase tersebut.
“Target kami semua orang tua yang memiliki anak remaja mengikuti kelas Kemangi,” tegasnya.
Bahkan, bagi remaja yang sempat terjaring petugas namun enggan mengikuti program, Pemkot Surabaya akan melakukan pendekatan langsung ke rumah untuk memastikan pembinaan tetap berjalan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani mengatakan, Program Kemangi merupakan kelanjutan dari Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang sebelumnya fokus pada orang tua balita. Kali ini, sasaran diarahkan kepada orang tua dengan anak usia remaja atau Gen Z.
“Orang tua harus menjadi pendengar yang baik, bukan hanya mengomel. Anak-anak juga perlu ruang untuk menyampaikan perasaannya,” ujar Rini.
Ke depan, Pemkot Surabaya menargetkan program ini menjangkau 153 kelurahan dan 1.360 RW dengan melibatkan perguruan tinggi melalui program mahasiswa guna memperkuat edukasi masyarakat.(sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih