Penataan Balai Pemuda Dinilai Jadi Langkah Mewujudkan Ruang Seni yang Inklusif

MERAHPUTIH I SURABAYA - Langkah Pemerintah Kota Surabaya dalam menata kawasan Balai Pemuda mendapat apresiasi sebagai upaya menciptakan ruang publik yang lebih terbuka dan inklusif bagi seluruh pelaku seni. Penataan yang dilakukan Pemkot Surabaya dinilai bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi bagian dari komitmen memperkuat ekosistem kebudayaan di Kota Pahlawan.

Pengamat kebijakan sosial dan kebudayaan, M. Isa Ansori, menilai kebijakan penataan melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) memiliki tujuan positif untuk membuka akses yang lebih merata terhadap fasilitas publik kesenian.

Menurut Isa, Balai Pemuda sebagai aset milik pemerintah harus dapat dimanfaatkan seluruh seniman dan budayawan Surabaya tanpa eksklusivitas kelompok tertentu. Ia menyebut pernyataan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mencerminkan keinginan menghadirkan ruang budaya yang adil dan terbuka.

“Ruang publik harus menjadi milik bersama dan memberi kesempatan luas bagi seluruh talenta kreatif di Surabaya,” ujar Isa, Minggu (10/5/2026).

Ia menambahkan, penataan aset daerah merupakan hal wajar dalam pembangunan kota modern. Pemkot Surabaya disebut memiliki tanggung jawab menjaga tata kelola fasilitas publik agar lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan.

Terkait dinamika komunikasi dengan Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Isa memandang hal tersebut sebagai bagian dari proses menuju pemahaman bersama. Menurutnya, baik pemerintah maupun seniman memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keberlangsungan ruang kreatif di Surabaya.

Penataan Balai Pemuda juga dinilai sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Selain membangun infrastruktur fisik, kota juga perlu menyediakan ruang ekspresi yang sehat dan inklusif bagi masyarakat.

Isa berharap momentum ini menjadi titik penguatan kolaborasi seluruh stakeholder kebudayaan di Surabaya agar Balai Pemuda kembali menjadi rumah bersama bagi para pelaku seni dan komunitas kreatif.(sub)

Editor : Redaksi