Demo #IndonesiaSekarat di Surabaya Berakhir Ricuh, Puluhan Orang Diamankan Polisi
MERAHPUTIH I SURABAYA – Aksi unjuk rasa bertajuk #IndonesiaSekarat yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6) malam, berakhir ricuh setelah terjadi bentrokan antara massa demonstran dan aparat kepolisian. Kericuhan tersebut berujung pada pengamanan puluhan peserta aksi oleh jajaran Polrestabes Surabaya.
Hingga Sabtu (27/6) dini hari pukul 01.30 WIB, Tim Pendamping Hukum KontraS Surabaya bersama LBH Surabaya mencatat sedikitnya 24 orang telah diamankan aparat. Dari jumlah tersebut, satu orang merupakan perempuan.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada kepastian mengenai status hukum mereka. Aparat kepolisian juga belum mengonfirmasi apakah para peserta aksi yang diamankan telah dipulangkan atau masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolrestabes Surabaya.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait perkembangan penanganan para peserta aksi yang diamankan.
"Terima kasih atas perhatiannya, nanti kalau ada update kami informasikan," ujar Hadi saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6).
Sebelumnya, demonstrasi yang berlangsung sejak sore hari di kawasan depan Gedung Negara Grahadi sempat berjalan dengan pengawalan aparat. Namun, situasi berubah menjelang malam ketika terjadi ketegangan antara massa aksi dan petugas keamanan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jumlah peserta aksi yang diamankan usai kericuhan terjadi.
"Masih dihitung ya, tapi sementara ini mungkin ada sekitar belasan lah, kita masih hitung," kata Luthfie kepada wartawan di depan Alun-alun Surabaya seusai pembubaran massa.
Menurut Luthfie, demonstrasi yang dimulai sejak sore awalnya berlangsung seperti aksi penyampaian pendapat pada umumnya. Namun, setelah waktu Magrib, situasi disebut mulai memanas ketika sebagian massa diduga melakukan tindakan yang mengarah pada perusakan fasilitas.
Ia menyebut sejumlah peserta aksi diduga merusak pagar Gedung Negara Grahadi serta melakukan pelemparan benda ke arah halaman dalam kompleks gedung.
Kondisi tersebut, kata dia, dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi.
"Sehingga dengan terpaksa kami lakukan tindakan tegas. Kami imbau mereka untuk mundur dan kami dorong pelan-pelan mereka ke belakang sampai ke Bundaran Air Mancur. Dan Alhamdulillah massa sudah cair, sudah kembali (pulang)," ujarnya.
Dalam proses pembubaran aksi, polisi turut mengamankan sejumlah kendaraan roda dua yang berada di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi di lapangan, sedikitnya dua sepeda motor turut dibawa petugas bersamaan dengan pengamanan sejumlah peserta demonstrasi.
Hingga Sabtu dini hari, aparat masih melakukan pendataan terhadap peserta aksi yang diamankan. Belum ada keterangan resmi mengenai dugaan pelanggaran hukum yang disangkakan kepada mereka maupun kemungkinan penetapan status tersangka.
Sementara itu, Tim Pendamping Hukum KontraS Surabaya dan LBH Surabaya menyatakan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para peserta aksi yang diamankan. Kedua lembaga tersebut juga berupaya memastikan setiap orang yang ditahan memperoleh akses terhadap pendampingan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Peristiwa tersebut menjadi penutup rangkaian aksi #IndonesiaSekarat di Surabaya yang semula digelar sebagai penyampaian aspirasi. Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban luka maupun total kerusakan fasilitas yang ditimbulkan akibat kericuhan tersebut.
Pihak kepolisian menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses pendataan dan pemeriksaan terhadap para peserta aksi selesai dilakukan.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih