Pemkot Surabaya Gandeng MUI dan Kemenag Kejar Target BIAS 90 Persen

MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026. Sinergi lintas sektor tersebut dilakukan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi sekaligus mengejar target cakupan BIAS sebesar 90 persen.

Komitmen itu ditegaskan dalam forum advokasi dan koordinasi yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi keagamaan, hingga tokoh masyarakat. Langkah ini juga diarahkan untuk memperluas cakupan imunisasi dan mencegah munculnya Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) maupun Kejadian Luar Biasa (KLB).

Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, mengatakan capaian BIAS di Surabaya pada 2025 mencapai 85 persen. Tahun ini, pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 90 persen melalui penguatan kolaborasi berbagai pihak.

"Target tahun ini harus lebih baik. Tahun lalu cakupan BIAS mencapai 85 persen, sedangkan tahun ini kami menargetkan meningkat menjadi 90 persen melalui penguatan kolaborasi seluruh pihak," ujar Anna, Senin (29/6).

Menurutnya, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada Dinas Kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan Dinas Pendidikan, Kemenag, sekolah, pondok pesantren, perangkat wilayah, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Surabaya KH Muhaimin Ali mengingatkan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat di tengah maraknya informasi keliru mengenai vaksin. Ia menegaskan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi pemerintah telah dinyatakan halal berdasarkan Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016.

"Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi harus terus diperkuat agar anak-anak terlindungi dari risiko penularan penyakit," katanya.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Surabaya, Fatkhul Mubin. Ia menyebut masih ditemukan sebagian wali murid yang menolak imunisasi karena keraguan terhadap keamanan dan kehalalan vaksin.

Karena itu, Kemenag akan mengoptimalkan peran kepala madrasah, guru, serta pengasuh pondok pesantren untuk memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa program imunisasi pemerintah telah memiliki dasar hukum dan keagamaan yang jelas. Dengan kolaborasi tersebut, Pemkot Surabaya optimistis target cakupan BIAS 2026 sebesar 90 persen dapat tercapai.(sub)

Editor : Redaksi