KDKMP Jatim Dikebut, 530 Gerai Sudah Beroperasi, Pemprov Pastikan Harga Sembako Sesuai HET
MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari sekitar 5.600 koperasi yang kini dalam proses pembangunan, sebanyak 530 gerai telah resmi beroperasi di delapan kabupaten/kota dan mulai melayani kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, mengatakan ribuan koperasi lainnya masih berada dalam berbagai tahapan penyelesaian. Sekitar 2.500 hingga 3.000 unit telah rampung secara fisik, namun belum seluruhnya beroperasi karena masih menunggu penyempurnaan sistem dan sarana pendukung.
"Yang sudah beroperasi sesuai peresmian Presiden Prabowo jumlahnya 530 koperasi di delapan kabupaten/kota. Sekarang fokus kami memastikan seluruh operasionalnya berjalan sesuai standar," kata Endy.
Menurutnya, evaluasi dilakukan secara berkala, mulai dari penerapan standar operasional, jam pelayanan, kesiapan pegawai, hingga kelengkapan sistem kasir dan administrasi barang.
Beberapa koperasi, lanjut Endy, masih menyelesaikan proses penginputan ribuan produk ke dalam sistem digital, pemasangan jaringan utilitas seperti air PDAM, hingga penataan gerai.
"Kami memastikan SOP dijalankan. Jam buka, jam tutup, kesiapan pegawai, semuanya kami cek agar pelayanan kepada masyarakat optimal," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan operasional koperasi juga bergantung pada kelancaran distribusi barang dari PT Agrinas sebagai mitra penyedia kebutuhan pokok.
Saat ini komoditas yang paling banyak dibutuhkan masyarakat masih didominasi beras, gula, minyak goreng, hingga LPG. Selain itu, koperasi juga menjual berbagai produk kebutuhan harian seperti mi instan, susu, makanan ringan, dan produk rumah tangga dengan harga yang dinilai kompetitif.
Endy menegaskan KDKMP bukan dibangun untuk bersaing secara langsung dengan jaringan ritel modern.
Menurutnya, perbedaan mendasar terletak pada sistem kepemilikan. KDKMP merupakan milik seluruh warga desa atau kelurahan sehingga manfaat ekonomi akan kembali kepada masyarakat.
"KDKMP fokus memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Ini menjadi jaminan bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah," jelasnya.
Ia mengatakan warga tetap memiliki pilihan berbelanja di ritel modern apabila menginginkan produk premium. Namun bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian harga terjangkau, koperasi hadir sebagai instrumen perlindungan ekonomi.
Selain memperkuat distribusi sembako, KDKMP nantinya juga diarahkan mengembangkan bisnis sesuai potensi lokal masing-masing daerah.
Calon manajer koperasi yang saat ini masih menjalani pelatihan akan menjadi motor pengembangan usaha, mulai dari komoditas beras, sayuran, telur hingga produk unggulan desa lainnya.
"Setiap daerah memiliki karakter usaha berbeda. Manajer nanti akan mengembangkan koperasi berdasarkan potensi ekonomi lokal sehingga koperasi tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga pusat penggerak ekonomi desa," pungkasnya.(pps)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih