Khofifah Ajak 6.000 Anak Tanamkan Nilai Religius dan Nasionalisme Sejak Dini

MERAHPUTIH I MALANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak ribuan anak usia dini menumbuhkan nilai religiusitas dan nasionalisme sebagai bekal menjadi generasi penerus bangsa. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Gebyar Senam Santri Aswaja di Sengkaling Recreation Park, Mulyoagung, Kabupaten Malang, Senin (2/11).

Kegiatan yang digelar Ikatan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (IGPAUD) Muslimat NU Kabupaten Malang dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 itu diikuti lebih dari 6.000 peserta. Mereka terdiri atas murid TK, RA, Kelompok Bermain (KB), guru, dan wali murid.

Khofifah menegaskan, pembentukan karakter anak harus dimulai sejak usia dini. Pendidikan agama perlu berjalan seiring dengan penanaman kecintaan terhadap tanah air.

Menurutnya, Hari Santri menjadi momentum penting untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa, terutama peran santri dalam mempertahankan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.

Fatwa tersebut menjadi penggerak perjuangan santri dan masyarakat, khususnya di Jawa dan Madura, untuk melawan penjajah. Semangat itu kemudian menjadi bagian penting dari rangkaian sejarah menuju pertempuran 10 November 1945 di Surabaya

"Resolusi jihad menjadi tonggak pergerakan santri untuk berada di barisan terdepan dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga NKRI," ujar Khofifah.

Ia juga menyoroti besarnya kontribusi pesantren dalam membangun jiwa patriotisme dan kemandirian bangsa. Menurutnya, pesantren telah tumbuh jauh sebelum Indonesia merdeka dan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi bangsa.

Di sisi lain, Khofifah menekankan perlunya pengawasan dan perlindungan terhadap santri melalui koordinasi berkelanjutan dengan Kementerian Agama. Upaya tersebut diperlukan agar proses pendidikan dan pembinaan di pesantren berjalan aman serta memberikan perlindungan bagi para santri.

Dalam kesempatan itu, Khofifah turut mengapresiasi antusiasme peserta dengan memberikan bantuan 33 unit kipas angin dan uang apresiasi senilai total Rp33 juta. Setiap kecamatan yang berpartisipasi memperoleh satu kipas angin dan Rp1 juta.

Khofifah berharap anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, mandiri, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan agama.

"Semoga anak-anak dianugerahi ilmu yang bermanfaat dan barokah, menjadi anak saleh dan salehah, serta membanggakan keluarga, daerah, Indonesia, dan agama," pungkasnya.(pps)

Editor : Redaksi