Comeback Dramatis di Melbourne, PERSIB Pastikan Tiket 16 Besar ACL Two

MERAHPUTIH I MELBOURNE – PERSIB Bandung menunjukkan mentalitas pantang menyerah saat bertandang ke markas Melbourne Victory dalam lanjutan Grup E AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027. Sempat tertinggal lebih dulu, Maung Bandung sukses membalikkan keadaan dan menang 2-1 di Stadion AAMI Park, Rabu (4/11/2026).

Kemenangan tersebut terasa istimewa karena diraih melalui perjuangan dramatis hingga menit-menit akhir pertandingan. Dua gol balasan PERSIB masing-masing dicetak Luka Menalo pada menit ke-85 dan Balsa Sekulic pada menit ke-90. Sebelumnya, tim tamu justru tertinggal akibat gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71.

Hasil positif di Australia ini sekaligus memastikan langkah PERSIB menuju babak 16 besar. Dengan tambahan tiga poin, wakil Indonesia tersebut kini mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan dan kokoh di puncak klasemen sementara Grup E.

Perolehan tersebut membuat posisi PERSIB di dua besar sudah tidak mungkin tergeser, meskipun masih menyisakan dua pertandingan fase grup. Artinya, tiket ke fase gugur berhasil diamankan lebih awal.

Sejak awal pertandingan, pelatih PERSIB Igor Tolic mempercayakan sejumlah pemain andalannya untuk mengisi starting eleven. Fitrah Maulana berdiri di bawah mistar, didukung tiga bek Julio Cesar, Danijel Loncar, dan Patricio Matricardi.

Sementara itu, Eliano Reijnders, Sandy Walsh, Gakuto Notsuda, Adam Alis, serta Thom Haye mengisi sektor tengah. Uilliam Barros dan Balsa Sekulic menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan tuan rumah.

Melbourne Victory langsung mengambil inisiatif serangan begitu pertandingan dimulai. Tekanan tuan rumah membuat barisan pertahanan PERSIB harus bekerja ekstra. Bahkan, Fitrah Maulana beberapa kali dipaksa keluar dari sarangnya untuk memutus ancaman yang datang ke area pertahanan.

PERSIB tidak hanya bertahan. Tim besutan Igor Tolic itu mencoba memberikan respons melalui serangan dari kedua sisi lapangan.

Pada menit kelima, Eliano Reijnders mencoba membuka peluang lewat umpan silang dari sisi kanan. Namun, bola lebih dahulu diamankan penjaga gawang Melbourne Victory, Jack Duncan, sebelum bisa dijangkau Sekulic.

Dua menit berselang, giliran Uilliam Barros yang mengancam. Penyerang asal Brasil tersebut menerima bola di dalam kotak penalti, memutar badan, lalu melepaskan tembakan. Sayangnya, arah bola masih melebar di sisi kiri gawang.

Peluang berikutnya hadir melalui situasi bola mati. Tendangan bebas Thom Haye pada menit ke-13 sempat berubah arah setelah mengenai Jason Davidson. Namun, Duncan masih sigap mengamankan bola.

Melbourne Victory kemudian membalas melalui Michael Ghossaini. Tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-19 belum menemui sasaran dan hanya melenceng dari gawang PERSIB.

Memasuki pertengahan babak pertama, pertandingan berlangsung semakin terbuka. PERSIB mulai berusaha menguasai permainan melalui sektor tengah, sedangkan Melbourne Victory mengandalkan tekanan cepat untuk mengganggu distribusi bola Maung Bandung.

Peluang paling menjanjikan bagi PERSIB datang pada menit ke-33. Berawal dari umpan sundulan Barros, Sekulic mendapatkan ruang untuk melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Sayangnya, keberuntungan belum berpihak kepada tim tamu. Bola hasil sepakan Sekulic hanya membentur mistar gawang dan gagal mengubah kedudukan.

PERSIB kembali menebar ancaman melalui serangan dari sisi kanan pada menit ke-37. Situasi tersebut sempat menciptakan kemelut di depan gawang Melbourne Victory. Namun, barisan pertahanan tuan rumah masih mampu menghalau bola.

Di tengah ketatnya pertandingan, Julio Cesar harus menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran. Hingga wasit mengakhiri babak pertama setelah tambahan waktu dua menit, kedua tim belum berhasil mencetak gol. Skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, PERSIB berusaha meningkatkan intensitas serangan. Maung Bandung mencoba lebih agresif dalam membangun permainan untuk mencari gol pembuka.

Namun, Melbourne Victory juga tidak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-52, Harrison Sawyer mendapatkan kesempatan yang cukup berbahaya. Sepakannya bahkan sempat membentur tiang gawang PERSIB.

Setelah saling melancarkan serangan, tempo pertandingan mulai menurun di pertengahan babak kedua. Melbourne Victory melakukan tiga pergantian pemain untuk menyegarkan permainan, sementara PERSIB masih mempertahankan komposisi awal.

Petaka justru datang bagi Maung Bandung pada menit ke-71. Kesalahan dalam mengantisipasi umpan silang membuat Fitrah Maulana gagal mengamankan bola dengan sempurna.

Bola yang terlepas dari tangkapan Fitrah kemudian dimanfaatkan Brendan Hamill untuk mengirimkan bola ke arah gawang. Julio Cesar berusaha melakukan penyelamatan, tetapi upayanya justru membuat bola masuk ke gawang sendiri.

Gol tersebut dicatat sebagai gol bunuh diri Julio Cesar dan membawa Melbourne Victory unggul 1-0.

Tertinggal dalam situasi krusial, Igor Tolic tidak menunggu terlalu lama untuk mengubah komposisi tim. Pada menit ke-74, Marc Klok masuk menggantikan Adam Alis, sedangkan Luka Menalo mengambil tempat Uilliam Barros.

Dua menit kemudian, Tolic kembali melakukan pergantian dengan memasukkan Mariano Peralta untuk menggantikan Julio Cesar.

Perubahan tersebut memberikan tambahan tenaga bagi lini serang PERSIB. Pergerakan Peralta mulai merepotkan pertahanan tuan rumah, sementara Menalo memberikan opsi serangan yang lebih agresif.

PERSIB pun terus berusaha memanfaatkan sisa waktu untuk mengejar ketertinggalan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil ketika pertandingan memasuki lima menit terakhir waktu normal.

Kebangkitan PERSIB dimulai pada menit ke-85. Luka Menalo berhasil memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti Melbourne Victory dan menyelesaikannya menjadi gol.

Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-1 sekaligus menghidupkan kembali peluang Maung Bandung untuk mencuri kemenangan di kandang lawan.

Setelah berhasil menyamakan kedudukan, PERSIB tidak memilih bermain aman. Tim tamu justru terus mencari kesempatan untuk membalikkan keadaan.

Hasilnya, drama terjadi menjelang berakhirnya waktu normal. Pada menit ke-90, serangan cepat yang dibangun Mariano Peralta menjadi awal terciptanya gol kedua PERSIB.

Penyerang asal Argentina itu mengirimkan umpan mendatar yang disambut Balsa Sekulic dengan sepakan terarah. Bola meluncur masuk ke gawang Jack Duncan dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan PERSIB.

Gol tersebut menjadi pukulan bagi Melbourne Victory yang sebelumnya berada di atas angin setelah unggul lebih dulu.

Memasuki masa tambahan waktu selama lima menit, PERSIB berusaha menjaga keunggulan sekaligus mengantisipasi tekanan terakhir tuan rumah.

Pada menit ke-90+3, Thom Haye yang mencoba melanjutkan serangan dijatuhkan Clarismario Santos. Pelanggaran tersebut membuat pemain Melbourne Victory itu menerima kartu kuning.

Hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada lagi gol yang tercipta. PERSIB sukses mempertahankan keunggulan 2-1 dan membawa pulang kemenangan penting dari Australia.

Langkah Maung Bandung Berlanjut ke Fase Gugur

Hasil di Melbourne menjadi pencapaian penting bagi PERSIB dalam perjalanan mereka di ACL Two musim ini. Empat kemenangan dari empat pertandingan membuat Maung Bandung mengumpulkan 12 poin dan memimpin Grup E dengan catatan sempurna.

Lebih dari sekadar tambahan angka, kemenangan tersebut memastikan PERSIB mengamankan satu tempat di babak 16 besar. Dengan keunggulan yang sudah tidak mungkin dikejar pesaing untuk posisi dua besar, dua pertandingan tersisa di fase grup kini dapat dimanfaatkan untuk menjaga konsistensi sekaligus mematangkan persiapan menghadapi fase gugur.

Keberhasilan membalikkan keadaan setelah tertinggal juga memperlihatkan daya juang skuad Maung Bandung. Dua pemain pengganti, Menalo dan Peralta, berperan penting dalam proses kebangkitan, sementara Sekulic memastikan kemenangan melalui gol penentu pada menit-menit akhir.

PERSIB kini tidak hanya membawa pulang tiga poin dari Melbourne, tetapi juga memastikan ambisi melangkah lebih jauh di kompetisi antarklub Asia tetap terjaga.(ban)

Editor : Redaksi