MERAHPUTIH I SURABAYA – Persoalan ketidaksesuaian data kesejahteraan masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat dalam mengakses bantuan sosial (bansos). Untuk membantu warga memahami mekanisme pembaruan data, DPD Partai NasDem Kota Surabaya bersama NasDem Muda Surabaya dan Kawan Muda Sawahan menggelar sosialisasi pemutakhiran desil dan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bappilu NasDem Jawa Timur, Jalan Arjuna, Surabaya, Jumat (6/11/2026) malam, tersebut diikuti lebih dari 100 warga.
Sosialisasi ini tidak sekadar memberikan pemahaman mengenai kategori tingkat kesejahteraan masyarakat, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan tentang cara mengajukan sanggahan apabila data desil yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga sebenarnya.
Ketidaktepatan pemeringkatan kesejahteraan bisa dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai dari perubahan kondisi ekonomi yang belum diperbarui, kehilangan pekerjaan, penyakit menahun, perubahan jumlah tanggungan keluarga, hingga kepemilikan aset yang tidak selalu mencerminkan kemampuan ekonomi seseorang.
Melalui kegiatan tersebut, warga diajak aktif memeriksa status desil masing-masing. Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui jalur resmi, seperti Portal Perlinsos, Aplikasi Cek Bansos, maupun melalui kelurahan dan Dinas Sosial.
Pentingnya mekanisme sanggah juga terlihat dari data penanganan aduan desil di Surabaya hingga awal September 2026. Dari 3.283 aduan yang telah ditindaklanjuti Dinas Sosial Kota Surabaya, sebanyak 56 persen mengalami penurunan desil setelah verifikasi lapangan. Sementara 33 persen tetap pada kategori sebelumnya dan 11 persen justru mengalami kenaikan.
Ketua DPD Partai NasDem Kota Surabaya, Syaiful Ma'arif, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran partai dalam membantu masyarakat memperjuangkan hak-haknya, terutama terkait akses terhadap program perlindungan sosial.
Menurutnya, persoalan desil menjadi salah satu keluhan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian. Karena itu, NasDem berinisiatif menghadirkan ruang edukasi agar warga memahami prosedur pembaruan data secara benar.
"Kami hadir untuk berpartisipasi dan bersama-sama memperjuangkan hak-hak masyarakat. Harapannya, kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman Bapak dan Ibu mengenai persoalan yang selama ini dihadapi," ujarnya.
Syaiful juga mengapresiasi keterlibatan NasDem Muda Surabaya dalam kegiatan tersebut. Ia menilai partisipasi anak-anak muda yang masih menempuh pendidikan maupun mulai bekerja menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara.
Ia menegaskan, keberadaan partai politik tidak cukup hanya ditunjukkan melalui pernyataan atau slogan keberpihakan kepada masyarakat. Namun, harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
"NasDem bukan semata-mata berteriak bahwa kita hadir untuk masyarakat, tetapi harus dibuktikan secara nyata melalui kontribusi, memberikan fasilitas, waktu, dan ruang bagi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi NasDem, Imam Syafi'i, menjelaskan persoalan desil masih menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Tidak sedikit warga yang merasa kondisi ekonominya tergolong kurang mampu, tetapi justru tercatat dalam kelompok desil tinggi.
Padahal, posisi desil sangat berpengaruh terhadap akses masyarakat terhadap sejumlah program bantuan pemerintah. Semakin rendah angka desil, semakin rendah pula tingkat kesejahteraan keluarga yang tercatat.
Menurut Imam, warga yang berada pada desil tinggi, khususnya di atas desil lima, berpotensi tidak dapat mengakses sejumlah program bantuan sosial yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat kurang mampu.
"Karena itu, warga perlu mengetahui bagaimana cara mengajukan perubahan desil secara mandiri. Pemerintah sudah memberikan ruang untuk itu. Melalui forum ini, teman-teman NasDem Muda dan Karang Taruna ingin mengajarkan mekanismenya agar masyarakat memahami kondisi ekonominya sendiri dan bisa mengajukan sanggahan sesuai prosedur," jelasnya.
Ketua NasDem Muda Surabaya, Musyafaah Mia Kurniati, menambahkan kegiatan tersebut dirancang sebagai sosialisasi sekaligus pelatihan praktis bagi masyarakat.
Materi yang diberikan mencakup cara menyampaikan sanggahan terhadap data desil yang tidak sesuai, prosedur pengajuan melalui kelurahan, serta mekanisme pendaftaran sebagai Agen Perlindungan Sosial.
Menurut Mia, peserta juga diharapkan tidak berhenti sebagai penerima informasi. Mereka didorong menjadi agen penyebarluasan pengetahuan agar semakin banyak warga memahami cara memperbarui data kesejahteraan secara mandiri.
"Kami ingin peserta tidak hanya memahami cara melakukan sanggah desil, tetapi juga bisa meneruskan informasi ini kepada warga lainnya. Dengan begitu, edukasi mengenai Perlinsos dapat menjangkau masyarakat lebih luas," ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Timur Lita Machfud Arifin, Ketua Panitia HUT ke-15 Partai NasDem, Machfud Arifin, Bendahara DPD NasDem Surabaya Mufadillah, Karolina selaku Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif sekaligus Koordinator Rumah Perempuan NasDem Surabaya, serta perwakilan Kawan Muda Sawahan.
Melalui sosialisasi ini, NasDem Surabaya berharap masyarakat semakin memahami hak dan prosedur dalam pemutakhiran data sosial ekonomi sehingga penyaluran bantuan pemerintah dapat lebih tepat sasaran.(pps)
Editor : Redaksi