MERAHPUTIH I JAKARTA – Persebaya Surabaya harus pulang dengan tangan hampa dari markas Persija Jakarta. Gol Ivan Mamut pada menit ke-89 memastikan kemenangan 1-0 Macan Kemayoran dalam duel pekan kesembilan Super League 2026/2027 di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026) malam.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Bajol Ijo yang gagal membawa pulang poin dari Jakarta. Pertahanan Persebaya mampu menahan gempuran tuan rumah sepanjang sebagian besar pertandingan, tetapi akhirnya runtuh ketika laga tinggal menyisakan satu menit waktu normal.
Persija langsung mengambil inisiatif serangan sejak babak pertama. Ivan Mamut beberapa kali mengancam, termasuk melalui tembakan jarak jauh. Arlyansyah Abdulmanan dan Fabio Calonego juga memperoleh kesempatan untuk membobol gawang lawan.
Namun, rapatnya pertahanan Persebaya membuat berbagai peluang tersebut gagal berbuah gol. Kedua tim harus menerima skor kacamata hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tekanan Persija semakin intens. Macan Kemayoran terus mencari celah untuk meruntuhkan pertahanan tim tamu. Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-89.
Victor Dethan menjadi aktor penting dalam proses gol tersebut. Tusukannya diakhiri dengan umpan mendatar ke depan gawang Persebaya. Ivan Mamut menyambut bola dengan tembakan keras sambil memutar badan. Meski sempat ditepis penjaga gawang, bola muntah kembali disambar Ivan dan menggetarkan jala Bajol Ijo.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menegaskan kemenangan tersebut lahir dari determinasi dan mentalitas pemain. Ia menilai tekad anak asuhnya untuk menang lebih besar dibandingkan lawan, meski kedua tim harus menghadapi kondisi lapangan yang kurang ideal.
“Tim kami ingin menang, dan tekad itu jauh lebih kuat dibandingkan lawan. Mental dan kekuatan mental itulah yang membawa kami meraih kemenangan tandang hari ini,” tegas Shin.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi lapangan memaksanya mengubah pendekatan permainan. Persija diminta tidak terlalu lama menguasai bola karena berisiko melakukan kesalahan.
Instruksi yang diberikan adalah mempercepat aliran bola, melakukan passing dengan cepat, serta meningkatkan tekanan sejak lini depan.
“Kalau lapangan tidak bagus, kalau kami terlalu sering membawa bola, bisa menimbulkan kesalahan di banyak bagian. Jadi, sebisa mungkin kami harus melihat situasi dan melakukan passing dengan cepat. Jangan lambat,” ujarnya.
Shin mengakui para pemain mampu menjalankan instruksi tersebut hingga akhirnya mengamankan kemenangan.
Di sisi lain, keputusan menurunkan Ivan Mamut sebagai starter terbukti tepat. Penyerang tersebut bukan hanya menjadi ujung tombak serangan, tetapi juga penentu kemenangan Persija.
Sementara itu, absennya Alexander Jeremejeff, yang merupakan pencetak gol terbanyak Persija, disebabkan kondisi kesehatannya yang belum pulih akibat flu. Shin menyebut sejumlah pemain lain juga mengalami gangguan kesehatan, termasuk Radovan Pankov dan Viktor.
Menurutnya, Alex belum memungkinkan dimainkan karena belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun komposisi tim.
Shin juga menyayangkan kualitas lapangan yang dinilai belum mendukung permainan optimal kedua kesebelasan. Ia berharap ada perbaikan agar pertandingan berikutnya dapat berlangsung dengan kualitas permainan lebih baik.
Meski demikian, bagi Persija, tiga poin menjadi hasil terpenting. Sementara Persebaya harus mengevaluasi kegagalan mempertahankan konsentrasi hingga menit-menit terakhir yang membuat perjuangan mereka di JIS berakhir tanpa poin. (jak)
Editor : Redaksi