MERAHPUTIH I SURABAYA – MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur berencana menggelar Apel Siaga Akbar bertajuk “Jogo Presiden dan Jogo Jawa Timur”. Aksi yang diperkirakan melibatkan lebih dari 10 ribu orang itu digagas di tengah memanasnya dinamika politik nasional pascaisu penyadapan yang menyeret mantan Kapolri.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, menyebut apel tersebut sebagai gerakan konsolidasi masyarakat untuk menjaga persatuan dan mencegah polarisasi politik yang dinilai berpotensi mengancam keutuhan bangsa.
Ia menegaskan, Jawa Timur tidak boleh terseret dalam pertarungan narasi politik yang memecah masyarakat maupun merendahkan kehormatan pemimpin negara.
“Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merupakan lambang dan kehormatan bangsa. Tidak boleh ada narasi yang berpotensi mengoyak harkat dan martabat kedua pemimpin tersebut,” tegas Heru.
Apel Siaga Akbar direncanakan berlangsung di kawasan Taman Apsari, Surabaya.
MAKI Jatim menargetkan sedikitnya 3.000 pengurus dan anggota dari berbagai daerah hadir. Jumlah itu diperkirakan membengkak hingga lebih dari 10 ribu peserta dengan keterlibatan ormas, LSM, media, mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat, serta perwakilan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Heru menyatakan, konsolidasi lintas organisasi dan elemen masyarakat tersebut akan mengangkat kekayaan budaya serta keberagaman keagamaan sebagai simbol persatuan.
Pelaksanaan apel ditargetkan pada November 2026. Namun, tanggal pasti belum ditetapkan karena MAKI masih melakukan koordinasi dengan Gubernur Khofifah, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
“Insyaallah kami usahakan November ini digelar. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan,” pungkasnya.(red)
Editor : Redaksi