Emil Dardak Buka POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026, Diikuti 8.633 Peserta

MERAHPUTIH I NGAWI – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026 di Alun-Alun Kabupaten Ngawi, Jumat (6/11) malam.

Ajang olahraga pelajar yang mengusung moto “Satu Semangat Berjuta Kegembiraan” tersebut berlangsung hingga 11 November 2026. Sebanyak 8.633 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur tercatat mengikuti rangkaian kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Emil menegaskan POPDA dan PEPARPEDA bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kedua ajang tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter, mental juara, sekaligus menyiapkan generasi muda yang tangguh.

Menurutnya, kompetisi olahraga pelajar memiliki peran strategis dalam menemukan bibit atlet potensial yang kelak dapat memperkuat prestasi olahraga Jawa Timur maupun Indonesia.

Namun, manfaat kegiatan ini tidak hanya ditujukan bagi pelajar yang bercita-cita menjadi atlet profesional.

“Ini adalah ajang untuk mencetak mental generasi penerus bangsa yang kuat. Adik-adik yang hadir di sini bukan hanya memiliki bakat, tetapi juga mental baja dan mental juara,” ujar Emil.

Ia menyebut, pengalaman bertanding akan membentuk kedisiplinan, keberanian, sportivitas, serta kemampuan menghadapi tantangan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan di masa mendatang.

Emil juga memberikan perhatian khusus terhadap penyelenggaraan PEPARPEDA. Menurutnya, kesempatan berprestasi melalui olahraga harus terbuka bagi seluruh pelajar, termasuk penyandang disabilitas.

Karena itu, penyelenggaraan dua ajang tersebut menjadi wujud komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat olahraga yang inklusif dan memberikan ruang setara bagi setiap anak untuk mengembangkan potensinya.

“Jawa Timur adalah milik kita semuanya, termasuk saudara-saudari kita yang memiliki kebutuhan khusus. Mereka juga harus bisa menyalurkan bakatnya di bidang olahraga,” tegasnya.

Emil berharap seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan perangkat pertandingan menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung. Kemenangan maupun kekalahan, kata dia, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Hal terpenting adalah keberanian mengerahkan kemampuan terbaik serta menjaga persaudaraan antarpeserta dari seluruh daerah.

Ia juga mengapresiasi Kabupaten Ngawi yang dipercaya menjadi tuan rumah. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, keluarga, dan pendukung diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata serta perekonomian masyarakat setempat.

Menurut Emil, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata alam, kuliner, produk UMKM, hingga kerajinan khas Ngawi kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Sementara itu, berdasarkan laporan panitia, total peserta yang telah terverifikasi mencapai 8.633 orang. Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Kabupaten Ngawi dengan dukungan lokasi pertandingan di Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kabupaten Magetan.

POPDA XV mempertandingkan 29 cabang olahraga dengan melibatkan 38 kontingen. Jumlah pesertanya mencapai 7.767 orang, terdiri dari 5.902 atlet serta 1.865 pelatih dan ofisial.

Sementara PEPARPEDA III mempertandingkan empat cabang olahraga dengan keikutsertaan 33 kontingen. Total peserta mencapai 412 orang, terdiri dari 260 atlet serta 152 pelatih dan ofisial.

Selain itu, terdapat cabang olahraga ekshibisi O2SN yang mempertandingkan tiga cabang olahraga. Kegiatan tersebut diikuti 32 kontingen dengan total 455 peserta, terdiri dari 342 atlet dan 113 pelatih serta ofisial.

Panitia menyebut POPDA XV dan PEPARPEDA III tahun ini menjadi penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah kedua ajang tersebut.

Rangkaian kegiatan sebelumnya diawali dengan prosesi kirab api pada Kamis (5/11). Mengusung konsep “Nyala dari Akar Ngawi”, api diambil dari kawasan Cikal Bakal Ngawi Purba, tepatnya di wilayah Desa Ngawi, sebagai simbol semangat perjuangan dan kebersamaan masyarakat.

Penutupan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (11/11) di lokasi yang sama. Agenda penutupan akan diisi pertunjukan kesenian lokal, pengumuman pemenang lomba konten pelajar, serta penyampaian klasemen akhir POPDA dan PEPARPEDA.

Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Melalui perhelatan olahraga berskala provinsi tersebut, Kabupaten Ngawi diharapkan memperoleh manfaat dari meningkatnya kunjungan masyarakat, aktivitas usaha, serta promosi potensi daerah.

Dengan mengucapkan basmalah, Emil kemudian menyatakan POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 resmi dibuka. (yoy)

Editor : Redaksi