Ada Pipa Bocor di Sekitar Pabrik Baygon, Polisi Usut Limbah SIER


Waduk Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Surabaya yang diduga tercemar limbah pabrik dan mengakibatkan ikan-ikan mati. (Foto : HMP/Zulfikar)

MERAH PUTIH | Surabaya - Dugaan penyebab ribuan ikan mati di Waduk Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) akibat dari pembuangan limbah semakin kuat. Dari pantauan di lapangan, Minggu (7/6/2020), air tampak menghitam di waduk I dan waduk II kawasan SIER. Melihat ini, aktivis lingkungan hidup mendesak agar polisi turun tangan mengusut pabrik-pabrik yang diduga membuang limbahnya.

Menurut warga sekitar yang biasa memancing di wilayah Rungkut, ikan tersebut mulai sekarat pada hari Sabtu dan Minggu akhir Mei 2020 lalu. Keesokan harinya, saat warga hendak memancing, banyak ikan yang mati mengambang di atas permukaan waduk. "Pada saat itu saya ikut ambil ikan -ikan itu mas, Senin sudah banyak yang matin saat itu," kata MA, salah satu warga yang enggan namanya disebut.

Menurut MA, ikan-ikan tersebut sekarat sejak pipa PDAM bocor yang berada di kawasan Pabrik Baygon. Airnya mengalir melalui gorong-gorong PT Baygon, PT Jhonson dan PT Coca Cola menuju ke lapangan dan PMK. Warga menduga air dari pipa PDAM tersebut ikut membawa limbah yang dibuang pabrik mengarah ke Waduk.

"Jadi sejak pipa PDAM bocor di kawasan Baygon itu, ikan-ikannya mulai mabuk mas, dan Senin sudah banyak yang mati. Warga sini menduga air itu membawa limbah yang di buang melalui gorong-gorong itu terbawa ke waduk. Karena gorong-gorong itu mengalir hingga ke waduk, " jelas MA.

Warga semakin yakin ribuan ikan itu mati bukan karena faktor cuaca. Sebab, tak hanya ikan Nila dan Mujair yang mati. Tapi ikan patin, ikan mas dan ikan pembersih kaca yang terkenal kuat dengan berbagai kondisi banyak juga yang mati. "Itu yang mati memang banyak Nila dan Jaer (Mujair), tapi ikan pembersih kaca juga banyak yang mati,  padahal pembersih kaca di darat atau lumpur aja kuat mas. Ada beberapa ikan patin dan ikan mas yang mati juga. Kalau faktor cuaca kok rasanya ndak mungkin mati mas," tutur MA.

Terpisah,  Kanit Tipiter Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Handa Wicaksana mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pembuangan limbah sembarangan yang berada di kawasan Waduk SIER. "Kita lidik dulu ya mas, nanti kita juga koordinasi juga dengan instansi yang berkompeten untuk turun lapangan," kata Handa saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya.

Saat mencoba konfirmasi Polsek Tenggilis, Kanit Reskrim Polsek Tenggilis, Ipda Wahyu mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya pembuangan limbah di wilayahnya. Ia meminta wartawan Merah Putih agar memghubungi Kapolsek langsung. "Saya ndak tau e mas, saya gak ngerti apa-apa mas, langsung Kapolsek aja ya," ucap Wahyu.

Sebelumnya, Tuaji, Sekretaris Perusahaan PT SIER mengatakan tidak benar ikan-ikan tersebut mati karena limbah, melainkan kekurangan oksigen. Menurut Tuaji, hal ini biasanya terjadi setiap 5 tahun sekali karena anomali cuaca, yaitu hujan deras dengan durasi yang lama dan bersamaan kondisi air laut pasang sehingga lumpur diwaduk tercampur air/keruh sehingga sebagian ikan mati.

"Sebagian besar masih hidup pak, di waduk kami luasnya 11 hektare dan jumlah ikannya banyak sekali mayoritas jenis nila dan mujair, jadi ikan di sana yang mati karena kekurangan oksigen," jelas Tuaji.

Hal ini, lanjut Tuaji, bisa dipastikan dengan hasil analisa air waduk oleh petugas lab air yang dilakukan oleh PT SIER yang mana airnya memang air hujan. Menurutnya, PT SIER memiliki pengolahan limbah komunal yang saat ini diolah secara biologi sebesar 6.500m3 per hari. "Kami memiliki tim yang mampu menganalisa kondisi air bahwa air tersebut derajat polutannya seberapa jauh. Jadi sudah dipastikan bukan limbah," tandasnya.  (jim/her/red)