Tetap Waspada, Covid-19 Masih Jadi Ancaman

Rapid Test terus dilakukan guna mendeteksi penyebaran virus Corona (Foto: HMP/Anton)
Rapid Test terus dilakukan guna mendeteksi penyebaran virus Corona (Foto: HMP/Anton)

MERAHPUTIH | SURABAYA - Pasien positif COVID-19 di Jawa Timur masih tinggi. Tercatat pasien positif virus Corona antara lain di Surabaya sebanyak 5.414 orang, Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.453 orang, Kabupaten Gresik sebanyak 605 orang, Kabupaten Pasuruan sebanyak 324 orang, dan Kabupaten Jombang sebanyak 244 orang.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur dr Sutrisno SpOG mengatakan, tingginya angka kasus positif COVID-19 karena penularan di masyarakat cukup tinggi.

"Jadi virus ini bisa penularannya berlipat-lipat,” kata Sutrisno dihubungi, Senin (29/6).

Peningkatan angka itu, menurut Sutrisno, berdasar screening atau tes berjalan di masyarakat semakin banyak sehingga akan dapat ditemukan banyak kasus positif.

dr Sutrisno menilai, hal tersebut baik karena menemukan kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Sebab, screening lebih banyak cerminkan situasi riil. Kalau screening banyak tapi mengharapkan tambahan kasus positif tidak banyak maka itu tidak tepat.

"Tentu screening makin luas akan menemukan banyak kasus," jelasnya.

Penyebab lain ini terjadi karena kepatuhan masyarakat juga semakin berkurang dalam hal menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Sutrisno meyakini kalau disiplin masyarakat dalam menggunakan masker dan menjaga jarak juga masih kurang. Itu terlihat dari survei-survei yang dilakukan pihak kepolisian dan gugus tugas.

"Kasus tersebut banyak ditemui di jalan raya, di keramaian tidak disiplin, mengabaikan jaga jarak. Banyak survei, mulai tim gugus tugas, polres, sepakat kalau tingkat kepatuhan rendah," tandasnya.

Ia menambahkan, ada episentrum baru seperti pasar terutama di Surabaya dan Malang juga berkontribusi dengan peningkatan kasus konfirmasi positif COVID-19.

"Potensi banyak orang itu maka kasus positif akan berlipat," tutur dia.

Pihaknya menyarankan agar dilakukan untuk menekan angka kasus positif Corona. Yakni pemerintah pusat perlu turun tangan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan melakukan tes masif.

Selain itu, melibatkan tokoh masyarakat hingga tokoh agama untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan terhadap lingkungan sekitarnya.

"Perlunya memperbanyak rumah sakit pelayanan dan rujukan diperbaiki," tuturnya.

Pemerintah pusat juga perlu membantu pemerintah pemda dengan testing dan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan regulasi. Di pasar tradisional perlu ditekan menggunakan face shield atau alat pelindung wajah, dan masker kepada pedagang.

"Ini juga salah satu cara untuk mencegah penyebaran COVID-19 di pasar," pungkas ia. (ton/tji)

Editor : Tudji Martudji