Babyfenster, Tempat Ibu Buang Bayi di Swiss

Tempat pembuangan bayI di Swiss.  HMP/Krisna Diantha
Tempat pembuangan bayI di Swiss. HMP/Krisna Diantha

Laporan Krisna Diantha, Swiss

MERAHPUTIH|SWISS- Swiss yang dikenal sebagai negara paling makmur di dunia ternyata juga mempunyai masalah klasik. Diantaranya orangtua yang tidak sanggup merawat bayinya.

 Entah itu karena kelahiran yang tidak diharapkan atau problem lainnya. Namun, enaknya, di negara ini, membuang bayi ternyata tidak akan berujung pada masalah hukum. Bayi bisa ‘dibuang’ dalam sebuah kotak. Seperti apa?

 Namanya beragam. Babyfenster, babyklappe,  drehlade atau torno. Fungsinya sama, tempat menyerahkan bayi bagi ibu ibu yang tidak sanggup memeliharanya.

 Di Swiss, sudah ada delapan rumah sakit yang mempraktikannya. Dulunya pro kontra, sekarang berjalan aman-aman saja. Dan sepertinya semua warga sudah memakluminya.

 Adalah Kantonspital Einsiedeln, Schwyz, yang memulainya. Rumah sakit yang tidak jauh dari kloster terbesar Swiss itu, membuka babyfenster pertama kali tahun 2001. Hingga 21 tahun kemudian, sebanyak 14 bayi ditaruh ibunya di jendela kecil di yang berdampingan dengan UGD rumah sakit tersebut.

 Si Ibu bisa menaruh bayinya dengan membuka jendela. Ada sepucuk surat di sana, tentang bagaimana prosedur selanjutnya. Intinya, si ibu bisa mengambil anaknya kembali dalam masa waktu satu tahun. “Kalau tidak diambil lagi, ya akan kami serahkan kepada orang tua asuh, untuk diadopsi,“ kata Reto Jager, mantan Direktur Kantonspital Einsiedeln.

 Reto membuka pintu rumah sakitnya untuk penampungan bayi yang tidak mampu diasuh ibunya, lantaran  beberapa waktu sebelumnya, ditemukan bayi dalam keadaan meninggal di tepi telaga Sihlsee, yang tidak jauh dari rumah sakit tersebut. “Itu kan tragedi, kami ingin kejadian itu tidak terulang lagi,“ kata Reto.

 Setelah tiga menit bayi di letakkan dalam babyfenster, alarm akan berbunyi di rumah sakit tersebut. Perawat akan datang mengeceknya, sekaligus merawatnya. Dan itu tadi, dalam hitungan setahun, bayi itu bisa diambil lagi, atau rumah sakit akan menyerahkannya ke orang tua asuh, untuk di adopsi.

ok-babyfenster_(2)_1ok-babyfenster_(2)_1

 Jati diri bayi tersebut akan dirahasiakan. Hanya pejabat berwenang dan orang tua asuh yang mengetahuinya.  “Namun anak tersebut berhak tahu dari mana asalnya. Biasanya itu tugas orang tua asuh untuk menjelaskannya,“ imbuh Reto.

 Saat ini ada delapan rumah sakit yang mempraktikkan penampungan bayi yang tidak dikehendaki orang tuanya. Sebanyak 24 bayi sudah ditaruh oleh ibunya di tempat semacam ini. Tujuh ibu meminta kembali bayi yang diserahkannya. Selebihnya menghilang dan tidak kembali lagi. 

Penampungan bayi yang tidak dikehendaki orang tuanya ini sebenarnya bukan hal baru di Swiss. Sebelum rumah sakit secara resmi membuka jasa semacam ini, penyerahan bayi yang tidak dikehendaki ibunya dilakukan di depan pintu panti asuhan.

 Hanya saja, saat itu tidak ada alarm. Hanya sebuah tempat bayi sederhana dan bisa saja ibunya terpergok orang. Sementara penyerahan babyfenster dijamin aman. Tempatnya juga agak dipojok rumah sakit yang tidak banyak dilalui orang. 

 Secara hukum, Swiss tidak melarang  seorang ibu untuk menyerahkan bayinya ke rumah sakit. Jadi, tidak ada sanksi apapun bagi ibu tersebut untuk menyerahkan buah hati yang tidak sanggup dirawatnya. Kecuali sanksi psikologis untuk si ibu pribadi. (*)

 

Editor : Eko Yudiono