Depo Isi Ulang Oksigen Gratis Bagi Isoman di Sidoarjo dan Sekitarnya


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta secara langsung melaunching depo isi ulang oksigen gratis, yang terletak di UPT Pelayanan Pendapatan Daerah Kabupaten S

MERAHPUTIH I SIDOARJO - Setelah melaunching depo isi ulang oksigen di Surabaya, mulai hari ini, Senin (19 juli 20121) giliran Kabupaten Sidoarjo. Depo isi ulang oksigen ini, tidak hanya melayani warga Kabupaten Sidoarjo saja, namun juga warga sekitar seperti Mojokerto.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta secara langsung melaunching depo isi ulang oksigen, yang terletak di UPT Pelayanan Pendapatan Daerah (PPD) Kabupaten Sidoarjo, Jl. Pahlawan, no 41 Sidoarjo.

Khofifah menjelaskan, depo isi ulang oksigen ini, bisa dimanfaatkan oleh pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri (isoman) dan Ambulans yang melayani pasin Covid. Dipastikannya, isi ulang ini gratis, tanpa dipungut biaya sepeserpun.

"Artinya mereka, ke tempat ini harus membawa tabung. Sehari, masing masing boleh sampai dua kali," ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa depo isi ulang oksigen ini adalah salah satu layanan bagi warga Jatim, yang sedang isoman, serta bagi mobil Ambulance yang juga membutuhkan fasilitas oksigen.

"Sama sama posisinya adalah gratis. Pada dasarnya kita menyiapkan stok 500 M³ per hari, untuk 500 tabung atau silinder oksigen," imbuhnya.

Tetapi Khofifah menegaskan, bahwa stok oksigen berapapun jika dibutuhkan, akan tetap disiapkan. Sehingga, apabila permintaan lebih dari 500 M³, maka dimungkinkan untuk ditambah suplaynya.

"Kita tetap berdoa mudah mudahan semuanya sehat. Yang belum vaksinasi, tolong didorong segera vaksinasi," tuturnya.

Yang terpenting, kata Khofifah adalah, masyarakat tetap menerapkan 5M. Yakni mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker, serta mengurangi mobilitas. (red)