Kesegaran Es Buah Pak Lantip Konsisten Sejak 1985


lapak es buah Pak Lantip berada di tepi Jalan Nyai Ahmad Dahlan, Kota Yogyakarta

MERAHPUTIH I YOGYAKARTA - Rasa dahaga di tengah teriknya matahari siang Kota Yogyakarta, langsung bisa terobati jika menikmati es buah legendaris yang satu ini. Es buah Pak Lantip, yang sudah eksis sejak tahun 1985.

Sejak awal mula berjualan, lapak es buah Pak Lantip berada di tepi Jalan Nyai Ahmad Dahlan, Kota Yogyakarta yang cukup padat. Pelanggan bisa duduk di bangku plastik tepi jalan dengan atap terpal dan menikmati kesegaran es buah legendaris ini di tempat. Ada juga yang membeli untuk dibungkus dibawa pulang.

dIKUTIP DARI jogjakota.go.id, es buah Pak Lantip bisa menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di Kota Yogyakarta. Pasalnya selain memang legendaris, cita rasa dari es buah ini konsisten sejak awal berjualan hingga sekarang. Hal tersebut diceritakan langsung oleh Sulastri, istri dari mendiang Pak Lantip saat ditemui pada Selasa (15/6).

“Kebanyakan yang datang ke sini itu bilang rasanya konsisten sejak saya masih jualan sama Bapak. Pelanggannya ya banyak juga orang-orang yang dulu dari kecil udah jajan es di sini, sekarang udah berkeluarga masih suka beli. Sekarang jualannya sama adik saya, Marmono” ujarnya.

Dalam satu hari Sulastri dan adiknya Marmono bisa menjual minimal 100 mangkuk es buah. Bahkan ketika cuaca sedang terik-teriknya dan musim liburan bisa dua kali lipatnya. Harga untuk satu mangkuk es buah segar legendaris ini hanya Rp 10 ribu saja.

Untuk satu porsi mangkok es buah berisi tape, kelapa muda, cincau, alpukat, blewah, kolang-kaling, dan nangka. Kemudian taburan es gosok di atasnya. Tidak ketinggalan siraman sirup gula pasir atau sirup gula jawa yang dituang di atas es gosok yang memenuhi mangkok. Pelanggan bisa pilih sendiri jenis gulanya sesuai kesukaan. Terakhir sedikit guyuran susu kental manis sebelum dinikmati.

Kisah tentang es buah Pak Lantip juga ditambahkan oleh Marmono. Pria yang merupakan adik dari istri mendiang Pak Lantip dan ikut membantu berjualan. Marmono menambahkan ketika awal mula berjualan tahun 1985, harga satu porsi es buah ini adalah Rp 250. Dengan berjalannya waktu harganya beranjak naik seiring dengan perubahan harga bahan pokok pembuatan es.

“Kalau harga memang disesuaikan sama bahan utama bikin es. Persiapan bahan-bahan itu mulai jam enam pagi. Nanti mulai ditaruh ke wadah toples kaca, ditata ke gerobak, nanti lanjut dorong gerobak ke lapak tepi jalan ini. Kendalanya kadang kalau cuaca seharian hujan memang jadi sepi jualannya, tapi bismillah rezeki ada saja” tambahnya.

Pelanggan es buah Pak Lantip berasal dari berbagai latar belakang usia. Mulai dari anak-anak muda sampai orang tua yang jadi pelangan setia. Salah satunya Ibu Ari yang merupakan pensiunan PNS yang dinas di Kalimantan namun asli orang Yogyakarta.

“Udah sejak lama langganan di sini, apalagi pas masih dinas di Kalimantan. Pokoknya kalau sedang pulang ke Jogja, wajib ke sini. Saya ngalamin dari harganya empat ribu sampai sekarang Rp 10 ribu. Rasanya konsisten dan tetap bikin ketagihan,” ujarnya.

Es buah Pak Lantip berjualan tanpa hari libur. Mulai dari Senin hingga Minggu pukul 10.00 sampai 16.30 WIB. Tapi ketika pelanggan sedang ramai, kadang bisa habis pukul tiga sore. (red)