MERAHPUTIH | SURABAYA - Perkembangan hasil tracing dan pemeriksaan terkait penyebaran virus Covid-19 di Perusahaan Rokok Sampoerna, Rungkut Surabaya. dr Joni Wahyuhadi dalam paparannya menjelaskan, cluster penyebaran Covid-19 di perusahaan itu bermula, ditemukannya 2 orang karyawan yang sakit.
Saat itu keduanya dibawah klinik setempat, kemudian diteruskan ke rumah sakit. Namun, kemudian meninggal.
"Dari situ kemudian, dilakukan tracing dan didapati ada 16 orang yang semuanya positif. Kemudian, dilakukan pemeriksaan lagi terhadap 165 orang, hasilnya masih kita tunggu," kata dr Joni saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah memberikan keterangan pers, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (1/5), malam.
Lanjut dr Joni, dari kasus itu dilakukan lagi tracing lanjutan terhadap 323 orang dan hasilnya sebagian dari mereka yakni ada 100-an orang harus dilakukan rapid test.
Baca juga: Pemkot Surabaya Salurkan BLT DBHCT kepada 3.745 Buruh Pabrik Rokok
"Ini yang mengejutkan dari 100 orang itu, ada 65 orang setelah diperiksa hasilnya harus masuk isolasi untuk mencegah penularan," terangnya.
Masih kata dr Joni, guna menghindari penyebaran virus tersebut, malam ini pihaknya menurunkan dokter dan tim medis untuk terus memantau dan melakukan pemeriksaan.
Baca juga: Gubernur Khofifah Optimis Jadi Penguat Peningkatan Kualitas SDM di Jawa Timur
Dokter Joni menyebut, peristiwa mengejutkan itu diiketahui oleh tim karena laporan yang diterima oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim, pada 28 April kemarin. Kemudian, untuk pemeriksaan terhadap 323 orang usai di tracing tersebut, pihaknya masih harus menunggu hasil pemeriksaannya. "Kita masih menunggu hasilnya, dan setelahnya kita lakukan Swab," katanya.
Terkait itu, pihaknya kembali mengingatkan bahwa penyebaran virus Covid-19 ini benar-benar berbahaya dan harus diwaspadai. "PSBB ini harus betul-betul kita taati, dengan memakai masker, tidak keluar rumah jika tidak urgent, jaga jarak dan tidak berada di kerumunan," tegasnya. (tji/red)
Editor : Tudji Martudji