Perlu Dievaluasi, Pembagian BLT Dana Desa di Gresik Yang Mengumpulkan Massa

harianmerahputih.id
Pembagian BLT dari dana Desa (DD), di wilayah Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timu. ( foto : Yar/hmp)

MERAHPUTIH|GRESIK - Point dalam penerapan PSBB di Gresik, salah satunya masyarakat dihimbau untuk jaga jarak. Namun himbauan tersebut masih juga tidak dipatuhi oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Gresik.

Hal itu terlihat saat acara pembagian Bantuan langsung tunai (BLT) dari dana Desa (DD), di wilayah Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin (4/5). Tak pelak proses pembagian itu disesalkan oleh kalangan anggota DPRD Kab. Gresik.

Bagaimana tidak, ditengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pembagian BLT malah mengundang puluhan warga datang ke Kantor Kecamatan Duduksampeyan. Bahkan dihadiri langsung oleh wakil bupati Gresik Moh Qosim.

"Kami sangat menyayangkan langkah inkonsisten Pemkab Gresik ditengah PSBB. Harusnya memberikan teladan kepada masyarakat, tidak mengumpulkan masyarakat," kata Ketua Fraksi Partai Nasdem Musa, Senin (4/5).

Musa menyampaikan, pembagian BLT di Duduksampeyan itu dihadiri langsung oleh wakil bupati. Nah, dirinya berharap tidak ada yang memanfaatkan situasi pendemi ini ke ranah politik.

"Sebenarnya bisa sistem transfer, lewat RT RW ditengah PSBB. Ini malah mengumpulkan massa, sama saja Pemkab melanggar PSBB," urainya.

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Kab. Gresik, M. Zaifuddin saat dimintai pendapat oleh harianmerahputih.id mengaku, tidak tahu mengenai acara pembagian yang dikabarkan bergerumbul itu. Setahu Zaifuddin, pembagian BLT DD sebelumnya, di Cerme Gresik berjalan tertib.

"Tapi jika ada, saya pikir perlu untuk dievaluasi. Karena sebenarnya mudah kok menerapkan Physical Distancing dalam acara pembagian semacam BLT itu," lanjutnya.

Zaifuddin mencontohkan, metode pembagian bergatian yang bisa diterapkan pihak Desa dalam peluncuran batuan BLT DD. "Jadi misalnya dibagi, beberapa orang menerima pada jam sekian, lalu sejam kemudian giliran warga yang lain, dan begitu seterusnya," saran Zaifuddin. (yar)

Editor : Lasiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru