MERAHPUTIH I SURABAYA – Koperasi tak lagi hanya dikenal sebagai tempat simpan pinjam. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, S.IP., M.M., menegaskan bahwa koperasi harus menjadi motor penggerak kesejahteraan anggotanya. Hal ini disampaikan Endy dalam program Momins pada Selasa (26/11/2024).
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Menurut Endy, koperasi perlu mengembangkan unit usaha yang memberikan manfaat nyata bagi anggota. Salah satu contohnya adalah mendirikan toko kebutuhan sehari-hari. “Jika anggotanya berbelanja di toko koperasi dengan harga lebih murah, perputaran ekonomi terjadi. Di sinilah tercipta simbiosis mutualisme antara koperasi dan anggotanya,” ujarnya.
Endy juga memberikan contoh inovasi lain, seperti pembelian mobil oleh koperasi pegawai untuk disewakan kepada anggota atau instansi. “Saat ada kebutuhan perjalanan dinas, cukup sewa mobil milik koperasi. Keuntungan dari penyewaan ini akan kembali untuk kesejahteraan anggota,” tegasnya.
Endy menyoroti pentingnya peran koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi bangsa. Pemerintah, katanya, berkomitmen memberikan fasilitasi bagi mereka yang serius menjalankan usaha.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Pendampingan meliputi aspek legalitas, produksi, kemasan, hingga pemasaran. Ini agar UMKM tidak hanya lahir karena tekanan ekonomi, tetapi menjadi wirausaha sejati,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Jatim akan menggelar One Pesantren One Product (OPOP) Expo di Royal Plaza Surabaya pada 29 November 2024. Endy menyebut, acara ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan pesantren dengan perbankan.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“Pesantren yang memiliki produk UMKM akan dipertemukan dengan pihak perbankan dalam konsep business matching. Tujuannya agar produk-produk pesantren mendapatkan fasilitas pembiayaan untuk berkembang hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Melalui langkah-langkah ini, Endy optimistis koperasi dan UMKM akan terus menjadi pilar penting dalam menggerakkan ekonomi daerah maupun nasional. (red)
Editor : prass prasetyo