MERAHPUTIH I SURABAYA - Graha Ansor Jawa Timur dipenuhi oleh semangat kebersamaan pada Selasa (17/12/2024) saat Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur menggelar acara bertajuk “Melodi Harmoni: Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman”. Acara ini menjadi momentum penting bagi tokoh lintas agama, pemerintah, kepolisian, serta pemuda dan mahasiswa dari berbagai penjuru Jawa Timur untuk berkumpul dalam semangat toleransi.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, membuka acara dengan penuh antusias. Di hadapan para hadirin yang datang dari beragam latar belakang, Safril menekankan bahwa keberagaman bukanlah pemecah, melainkan perekat bangsa.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Melodi Harmoni adalah simbol dari indahnya perbedaan. Kita semua, dengan berbagai agama dan keyakinan, ibarat notasi musik yang berbeda-beda namun mampu menciptakan harmoni yang menyatukan,” ujarnya dalam sambutannya.
Safril menggarisbawahi dua pilar penting dalam kehidupan masyarakat yang harmonis: toleransi agama dan keadilan ekonomi. Menurutnya, kedua aspek ini menjadi kunci mewujudkan Jawa Timur yang damai dan sejahtera.
Suasana hangat dan penuh empati terasa sepanjang diskusi. Safril mengajak seluruh tokoh lintas agama untuk senantiasa menjaga dialog terbuka, membangun empati, dan memberikan edukasi kepada generasi muda. Baginya, anak-anak muda adalah tonggak utama dalam merawat nilai-nilai toleransi di masa depan.
Lebih lanjut, Safril menyatakan bahwa dialog bukan sekadar teori, melainkan sebuah langkah konkret untuk menyatukan perbedaan. “Kita ingin keberagaman ini menjadi kekuatan. Ketika semua pihak bisa bersatu dalam satu visi toleransi, maka kedamaian akan hadir secara alami,” imbuhnya.
Tidak hanya bicara soal keberagaman agama, Musaffa Safril juga mengingatkan pentingnya toleransi di bidang ekonomi. Ia menegaskan bahwa keadilan ekonomi harus bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, tanpa membedakan suku, agama, maupun keyakinan.
“Pembangunan ekonomi inklusif adalah wujud nyata dari toleransi. Kita harus mampu berkolaborasi, menciptakan peluang ekonomi bagi semua, dan menutup jurang ketimpangan yang ada,” kata Safril dengan penuh keyakinan.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan inisiatif nyata berupa sinergi lintas agama untuk pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, kerjasama dalam bidang ekonomi dapat membawa kesejahteraan bersama dan mengokohkan kebersamaan.
Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan langkah awal untuk mewujudkan Jawa Timur yang lebih harmonis dan sejahtera. Safril menutup pernyataannya dengan seruan persatuan kepada seluruh peserta yang hadir.
“Kita semua punya tanggung jawab besar. Mari kita jadikan keberagaman ini sebagai kekuatan. Dengan bergandengan tangan, kita mampu menciptakan Jawa Timur yang damai, adil, dan sejahtera,” tutupnya dengan penuh semangat.
Sementara itu Ketua Pemuda PGIW Jatim Michael Fredy Yacob mengatakan, ini merupakan gebrakan baru yang dilakukan oleh pemuda Ansor. Sebab, biasanya refleksi natal diinisiasi oleh unsur kristen. Seperti, gereja, atau pemuda.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
"Ini sebenarnya momen yang mereka ambil sangat tepat. Sangat mencerminkan ke-Bhinekaan Tunggal Ika. Serta refleksi sila pertama: Ketuhanan yang Maha Esa. Tadi, kami juga berencana kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan. Ini sudah dimulai oleh teman-teman Ansor. Tinggal kami yang melanjutkan," ucap Michael yang juga Wakil Ketua DPD Projo Jatim bidang Komunikasi Masyarakat.
Caleg PAN di Pileg 2024 ini mengapresiasi giat Ansor Jatim. Menurutnya, giat tersebut menjadi percontohan bagi organisasi keagamaan lain di Bumi Majapahit.
"Kegiatan seperti ini juga sebagai salah satu gerakan untuk memberikan contoh kepada masyarakat luas tentang kebersamaan lintas iman. Lagipula, natal hadir bukan hanya untuk orang yang beragama Kristen. Tetapi, natal untuk semua," tambah pria yang menjabat Sekbid Medkominfo DPP GAMKI itu.
Acara “Melodi Harmoni” di Graha Ansor ini menjadi bukti bahwa dialog dan kerjasama lintas agama adalah fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis. Semangat kebersamaan yang terjalin di acara tersebut diharapkan terus bergema, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di seluruh penjuru Indonesia. (red)
Editor : prass prasetyo