MERAHPUTIH I BANDUNG - Hasil imbang tanpa gol melawan Madura United, Sabtu, 22 Februari 2025, memang bukan yang diharapkan oleh PERSIB, tetapi itu cukup untuk menjaga mereka tetap di puncak klasemen sementara Liga 1 2024/25 dengan 51 poin. Dengan selisih delapan angka dari Dewa United di posisi kedua, peluang Maung Bandung untuk menutup musim sebagai juara tampak nyata. Namun, bagi Mendoza, terlalu dini untuk berbicara tentang trofi.
Baca juga: Lion City Sailors Kalahkan Persib 3-2, Perebutan Tiket 16 Besar Grup G Memanas
“Saya tidak mau bicara soal back to back. Kami hanya menatap satu demi satu pertandingan. Kami fokus ke satu pertandingan dulu dan mencoba untuk memenangkan itu,” ujar kiper bernomor punggung 1 tersebut.
Mendoza memang tak ingin terjebak dalam euforia yang berlebihan. Dengan sisa sepuluh pertandingan di depan, segalanya masih bisa terjadi di Liga 1 yang dikenal penuh kejutan. Baginya, fokus dan konsistensi menjadi kunci utama dalam perjalanan panjang menuju gelar juara.
Musim ini bukan tanpa rintangan bagi PERSIB. Perjalanan mereka penuh dengan pasang surut, dari kemenangan dramatis hingga pertandingan sulit seperti laga melawan Madura United. Namun, mentalitas tim asuhan Bojan Hodak terus terjaga. Mendoza, yang menjadi benteng terakhir pertahanan, telah menunjukkan performa impresif dengan catatan clean sheet yang mengesankan.
Bagi sang penjaga gawang, setiap pertandingan adalah ujian. Kepercayaan dirinya terus tumbuh seiring waktu, tetapi ia juga menyadari bahwa satu kesalahan saja bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, ia memilih untuk tetap membumi dan menjaga fokusnya.
“Jika bisa melakukan itu (menang), maka kami bisa menjadi juara. Tapi yang terpenting fokus dulu ke satu laga yang akan dihadapi di depan,” tambah Mendoza.
Baca juga: PERSIB Tahan Gempuran Lion City Sailors, Babak Pertama Berakhir 1-1
PERSIB kini tengah bersiap menghadapi ujian berikutnya: laga tandang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada 1 Maret 2025. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat Persebaya juga tengah berjuang untuk menembus papan atas klasemen.
Laga melawan Bajul Ijo selalu menghadirkan tensi tinggi. Rivalitas antara kedua tim telah lama terjalin, dan dukungan suporter di kedua kubu akan menjadi faktor yang tak bisa diabaikan. Mendoza dan rekan-rekannya paham bahwa kemenangan di Surabaya akan semakin mendekatkan mereka pada gelar juara.
Di ruang ganti, atmosfer kebersamaan semakin kuat. Para pemain PERSIB memahami bahwa mereka tidak bisa lengah sedikit pun. Setiap laga harus diperlakukan sebagai final. Mendoza, dengan pengalamannya, siap menjadi benteng terakhir yang akan menjaga harapan Maung Bandung tetap hidup.
Musim ini masih panjang, tetapi satu hal yang pasti: Kevin Mendoza dan PERSIB tidak akan menyerah begitu saja. Mereka tahu bahwa untuk menjadi juara, mereka harus terus melangkah, satu pertandingan pada satu waktu. (red)
Baca juga: Target Juara Grup G, Saddil Tegaskan PERSIB Akan Tempur Total di Markas Lion City Sailors
Editor : prass prasetyo