Jember Bersiap Menuju Era Baru: Muhammad Fawait Resmi Dilantik sebagai Bupati

harianmerahputih.id
Rapat Paripurna dalam rangka Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Jember, yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Jember, Kamis (6/3/2025)

MERAHPUTIH I JEMBER - Jember memasuki babak baru kepemimpinan! DPRD Kabupaten Jember menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Jember pada Kamis (6/3/2025) di ruang sidang utama DPRD Jember. Acara ini menjadi saksi peralihan kepemimpinan dari periode sebelumnya kepada duet baru: Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam momen bersejarah ini, bersama unsur pimpinan dan anggota DPRD Jember, Forkopimda, Sekda Jember, serta tamu undangan lainnya. Penandatanganan serah terima jabatan dilakukan oleh Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Arief Tyahyono, mewakili kepemimpinan sebelumnya.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Dalam pidato perdananya sebagai Bupati Jember periode 2025-2030, Muhammad Fawait menaruh rasa hormat kepada pendahulunya. "Terima kasih Bupati Hendy, semoga diberikan kesehatan. Kepada Gus Firjaun, terima kasih atas dedikasi dan kinerjanya," ujarnya dengan penuh apresiasi.

Bupati yang baru ini tak ingin berlama-lama dalam euforia pelantikan. Ia langsung menggaungkan visinya: Jember Baru, Jember Maju! Program ini akan diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Salah satu prioritas utama Fawait adalah menanggulangi kemiskinan. Dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur, Jember juga menyandang angka kemiskinan yang tinggi. "Apa yang terjadi di Jember akan berdampak pada Jawa Timur dan Indonesia. Secara absolut, Jember memiliki angka kemiskinan tertinggi kedua di Jatim. Ini yang harus kita selesaikan bersama," tegasnya.

Selain itu, ia menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dalam 100 hari pertama pemerintahannya, Fawait berjanji memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan, terpenuhi dengan baik. "Kami akan fokus di situ terlebih dahulu. Setelahnya, kita akan membahas P-APBD 2025 atau APBD 2026," tambahnya.

Baca juga: HKTI Deklarasikan Jatim Lumbung Ternak, Inovasi Peternakan Jadi Fokus

Di sisi lain, Gubernur Khofifah menekankan bahwa kemajuan daerah harus berlandaskan indikator yang jelas. Ia menetapkan target ambisius: pertumbuhan ekonomi minimal 9 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di atas 85, dan tingkat kemiskinan ditekan hingga 2 persen.

Program-program strategis dari pemerintah pusat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pendirian Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, juga diharapkan bisa diadopsi di Jember. "Visi dan misi Pemkab Jember harus sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)," tegas Khofifah. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru