MERAHPUTIH I MOJOKERTO - Mojokerto kembali merayakan kekayaan budaya dan tradisi melalui Mojotirto Festival 2025 yang digelar di Taman Bahari Mojopahit dan dilanjutkan dengan Upacara Umbul Dungo Larung Tirto Amerto di Sungai Ngotok, Jembatan Rejoto, Kecamatan Prajurit Kulon, pada Sabtu (22/3) sore. Festival ini menjadi perwujudan sinergi antara pelestarian budaya, kepedulian lingkungan, dan promosi wisata.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, turut hadir dalam perhelatan tersebut bersama Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Evy Afianasari. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya Mojotirto Festival sebagai bagian dari agenda budaya tahunan yang memperkuat identitas Kota Mojokerto.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Adhy Karyono mengapresiasi Mojotirto Festival yang tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga refleksi atas kelestarian lingkungan dan budaya lokal. “Festival ini unik karena menggabungkan unsur lingkungan, budaya, dan hiburan rakyat. Inilah yang membuat Mojokerto semakin hidup dan kaya akan nilai budaya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari peringatan Hari Air Sedunia, festival ini juga diisi dengan ritual Umbul Dungo Larung Tirto Amerto yang melibatkan tujuh sumber mata air sakral, seperti Jolotundo, Sumur Upas Candi Keraton, Situs Siti Inggil, Sumur Sakti Gajahmada, Situs Tribuana Tungga Dewi, dan Sumur Towo Kubur Panjang. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan terhadap air sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga kelestariannya.
“Upacara ini adalah bentuk penghormatan terhadap alam dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga keberlanjutan sumber daya air,” tambah Adhy.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Mojotirto Festival semakin menunjukkan potensinya sebagai daya tarik wisata unggulan di Jawa Timur. Adhy pun berharap festival ini bisa masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, mengingat Jawa Timur sebelumnya telah menyumbang 11 festival terbanyak di ajang tersebut tahun ini.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan bahwa Mojotirto Festival adalah wujud pelestarian warisan budaya Majapahit yang dikemas dalam bentuk seni dan ritual yang sarat makna. “Ini adalah cara kami bersyukur atas limpahan sumber daya air dan memohon agar air senantiasa menjadi berkah bagi masyarakat,” tuturnya.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Sebagai bagian dari tradisi, festival ini juga menggelar doa lintas agama, di mana seluruh elemen masyarakat berkumpul untuk memanjatkan harapan demi keberkahan Kota Mojokerto dan Jawa Timur. Dengan keberlanjutan festival ini, diharapkan semakin banyak wisatawan yang tertarik datang dan mengenal lebih dalam kekayaan budaya serta sejarah Kota Mojokerto. (red)
Editor : prass prasetyo