Kemenag Imbau Warga Indonesia Waspadai Tawaran Haji dengan Visa Non-Haji

harianmerahputih.id
FOTO ILUSTRASI : regulasi Pemerintah Arab Saudi saat ini sangat ketat dan melarang penggunaan visa selain visa haji untuk pelaksanaan ibadah

MERAHPUTIH I JAKARTA — Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengimbau masyarakat Indonesia untuk lebih waspada terhadap tawaran perjalanan haji menggunakan visa non-haji. Ia menegaskan, regulasi Pemerintah Arab Saudi saat ini sangat ketat dan melarang penggunaan visa selain visa haji untuk pelaksanaan ibadah tersebut.

Imbauan ini disampaikan Hilman usai melepas keberangkatan lebih dari 300 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (28/4/2025). Para petugas ini akan bertugas di Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Daker Madinah.

Baca juga: Menhaj RI Tekankan Integritas Layanan Jelang Penyelenggaraan Haji 2026

“Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meminta Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait larangan penggunaan visa selain visa haji,” ujar Hilman.

Ia menambahkan, banyak kasus ditemukan di mana calon jemaah tertipu dengan janji-janji keberangkatan menggunakan visa non-haji. Banyak di antara mereka tidak menyadari bahwa visa yang digunakan bukanlah visa resmi untuk berhaji.

“Seringkali masyarakat dijanjikan bahwa visanya sudah tersedia, padahal bukan visa haji. Ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Saudi,” lanjut Hilman.

Baca juga: Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia

Menurut Hilman, Pemerintah Arab Saudi menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku untuk menjaga kualitas pelayanan haji tahun ini.

“Mereka (Pemerintah Saudi) ingin memastikan penyelenggaraan haji berjalan tertib dan aman. Karena itu, tingkat kepatuhan terhadap penggunaan visa yang benar menjadi fokus utama,” jelasnya.

Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Mekanisme Berlapis Istithaah Kesehatan Jamaah

Hilman berharap, pesan ini dapat segera tersampaikan ke seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari potensi masalah di kemudian hari.

“Kami berharap tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci dengan visa yang tidak sesuai. Ini penting untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran ibadah haji,” tegas Hilman. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru