MERAHPUTIH I PROBOLINGGO— Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan revitalisasi Pendopo Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (3/5/2025). Pendopo yang terletak di lereng Gunung Bromo itu diharapkan menjadi simpul penguatan budaya masyarakat Tengger serta penopang pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
“Revitalisasi ini bukan sekadar membangun infrastruktur. Ini adalah ruang ekspresi budaya dan dialog antarwarga, khususnya masyarakat Tengger,” ujar Khofifah dalam sambutannya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Peresmian dilakukan bertepatan dengan Hari Raya Kuningan dan Galungan, yang memiliki makna khusus bagi umat Hindu. Pendopo Agung diposisikan sebagai simbol pertemuan nilai-nilai kultural dan spiritual di kawasan Bromo yang kaya akan kearifan lokal.
Khofifah menambahkan, keberadaan pendopo ini juga diharapkan menjadi katalis dalam pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan di wilayah pegunungan. Desa Ngadisari selama ini dikenal sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo, sekaligus pusat kegiatan budaya masyarakat Tengger.
“Pendopo Agung menjadi titik temu antara pembangunan, pelestarian budaya, dan penguatan sosial masyarakat desa. Ini adalah bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi untuk mendorong pembangunan yang merata dan berbasis lokalitas,” ujarnya.
Pendopo Agung mulai dirintis sejak 2023 dan direvitalisasi pada 2024 dengan pendanaan dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan perencanaan, pembangunan fisik, dan pengawasan. Pemanfaatan penuh direncanakan mulai 2025.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menekankan pentingnya pemeliharaan dan perawatan pendopo agar tetap menjadi ruang hidup budaya yang aktif. “Saya harap pendopo ini menjadi forum masyarakat, mempertemukan generasi dan memperkuat identitas budaya Tengger yang juga bagian dari kekayaan budaya Nusantara,” tuturnya.
Di tingkat kebijakan, Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim akan terus mendorong desa-desa, terutama yang berada di kawasan pegunungan, agar berperan strategis dalam pembangunan daerah. Ini dilakukan melalui penguatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian budaya lokal.
Sementara itu, Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menyebut revitalisasi pendopo sebagai langkah awal membangun masa depan berbasis budaya dan pariwisata.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“Ini bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi sebuah panggung budaya dan kolaborasi. Harapannya, wisatawan lokal maupun mancanegara akan merasakan keramahan dan kekayaan budaya Tengger secara langsung,” ujarnya.
Acara peresmian turut dihadiri jajaran Forkopimcam Sukapura, Kepala Desa Ngadisari beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat. (red)
Editor : Redaksi