MERAHPUTIH I SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan meluncurkan program Talent DNA ESQ berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan bagi guru bimbingan konseling (BK) tingkat SMA/SMK. Program ini diharapkan mampu membantu para guru BK dalam menggali potensi serta arah minat bakat siswa secara lebih akurat dan berbasis data.
Peluncuran program dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai, Selasa (20/5/2025), di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Surabaya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Khofifah mengatakan, pelatihan berbasis AI ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peran guru BK agar tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga fasilitator pengembangan diri siswa. Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, setiap siswa dapat dikenali kecenderungan bakat dan minatnya sejak dini.
"Pelatihan ini didasarkan pada riset yang menunjukkan bahwa sekitar 80 persen mahasiswa di Indonesia merasa salah jurusan. Ini persoalan serius, karena bisa berdampak pada motivasi belajar, bahkan masa depan mereka," ujar Khofifah dalam sambutannya.
Mantan Menteri Sosial itu menekankan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua dalam mengarahkan siswa sesuai potensi mereka. Menurut dia, pendekatan pendidikan tidak bisa lagi bersifat seragam karena setiap anak memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda-beda.
"Anak-anak kita harus diberi ruang untuk tumbuh sesuai kekuatan mereka. Maka, mengenali potensi mereka sejak di bangku sekolah menengah sangat penting," kata Khofifah.
Pelatihan Talent DNA ESQ akan dilakukan secara bertahap hingga mencakup seluruh guru BK se-Jawa Timur. Pada tahap awal, sebanyak 200 guru BK akan mendapatkan pelatihan langsung. Dari jumlah itu, 40 guru akan dipilih untuk mengikuti pelatihan lanjutan Training of Trainer (ToT), dan selanjutnya menjadi pelatih bagi guru lainnya.
"Guru BK menjadi garda terdepan dalam mengenali potensi siswa. Karena itu, merekalah yang pertama kita latih agar proses ini berjalan dengan efektif dan menyeluruh," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.
Menurut Aries, pelatihan ini dilakukan bekerja sama dengan ESQ Corp, lembaga yang mengembangkan sistem Talent DNA berbasis AI. Sistem ini akan membantu memetakan potensi siswa dalam berbagai aspek, seperti kepribadian, kecenderungan karier, hingga gaya belajar.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Mantan Penjabat Wali Kota Batu itu menambahkan, pendekatan berbasis potensi akan membantu dunia pendidikan dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih personal dan berdampak.
"Setiap anak adalah istimewa. Tidak ada anak yang nakal. Yang ada adalah anak-anak yang belum dikenali potensi terbaiknya. Tugas kita di sektor pendidikan adalah menemukan dan membimbing mereka sesuai bakat dan minatnya," ujar Aries.
Ia juga berharap, penerapan sistem Talent DNA ini tidak berhenti di pelatihan, melainkan berlanjut menjadi sistem pendukung pengambilan keputusan bagi siswa dalam menentukan jurusan pendidikan, karier, maupun pengembangan diri di masa depan.
"Ini bagian dari transformasi pendidikan. Kita tidak hanya bicara soal kurikulum dan angka, tetapi juga menyentuh sisi personal siswa. AI menjadi alat bantu, tetapi sentuhan manusiawi dari guru tetap menjadi kunci utama," ucapnya.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Langkah Disdik Jatim ini menjadi bagian dari visi pendidikan yang lebih inklusif, personal, dan berbasis data. Program Talent DNA ESQ diharapkan dapat membantu menjawab tantangan klasik dalam dunia pendidikan, yaitu ketidaksesuaian antara minat siswa dan jalur pendidikan yang dipilih.
Dengan teknologi kecerdasan buatan yang mampu membaca kecenderungan psikologis dan bakat siswa, para guru BK dan orang tua dapat lebih mudah dalam memberikan arahan yang tepat.
"Jika kita ingin melahirkan generasi unggul dan kompetitif, kita harus mulai dari pengenalan potensi diri. Dan ini tidak bisa dilakukan dengan pendekatan konvensional semata," pungkas Khofifah.
Program Talent DNA ESQ berbasis AI ini rencananya akan diintegrasikan secara bertahap dalam sistem pembinaan siswa di sekolah menengah atas dan kejuruan, termasuk Madrasah Aliyah, di seluruh wilayah Jawa Timur.(dpr)
Editor : Redaksi