MERAHPUTIH I MOJOKERTO — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pengoperasian Bus Trans Jatim Koridor VI rute Mojokerto–Sidoarjo di Terminal Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Senin (26/5/2025). Layanan ini diharapkan menjadi solusi mobilitas masyarakat, terutama pekerja kawasan industri Ngoro, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
“Transportasi memiliki peran vital dalam pembangunan daerah. Ini adalah jawaban atas harapan masyarakat, khususnya serikat buruh,” kata Khofifah dalam sambutannya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Koridor VI menghubungkan Terminal Kertajaya, Mojokerto, dengan Terminal Porong, Sidoarjo. Sebanyak 14 unit bus bertajuk “Patih Gajah Mada” disiapkan untuk melayani rute sepanjang jalur padat aktivitas itu. Bus tersebut diproyeksikan memberi dampak berganda, dari peningkatan konektivitas hingga kesejahteraan masyarakat.
Khofifah menekankan, layanan ini merupakan bagian dari visi Jatim Akses dalam program Nawa Bhakti Satya. “Angkutan umum yang terintegrasi akan memperluas akses masyarakat ke berbagai fasilitas dan mendukung produktivitas,” ujarnya.
Layanan Trans Jatim saat ini memiliki lima koridor aktif, yaitu Koridor I (Sidoarjo–Surabaya–Gresik), Koridor II (Mojokerto–Surabaya), Koridor III (Mojokerto–Gresik), Koridor IV (Gresik–Lamongan), dan Koridor V (Surabaya–Bangkalan). Total pengguna dari Januari hingga Desember 2024 mencapai lebih dari 4,7 juta orang dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah senilai Rp 20,4 miliar.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Angka ini masih bisa bertambah, karena koridor IV dan V belum genap satu tahun beroperasi,” ujar Khofifah.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, Trans Jatim menjadi urat nadi mobilitas warga yang menjangkau berbagai sektor seperti industri, pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas kerja nyatanya. Inovasi ini langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Trans Jatim dikenal sebagai moda transportasi yang ramah di kantong. Tarif penumpang umum hanya Rp 5.000, sementara pelajar dan santri cukup membayar Rp 2.500. Layanan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB. Khusus Koridor VI, layanan digratiskan selama masa perkenalan pada 27 Mei–2 Juni 2025.
Masyarakat dapat mengakses informasi layanan melalui aplikasi TransJatim-AJAIB. “Ayo rek, nganggo transportasi umum. Efisien, nyaman, dan mendukung pembangunan daerah,” kata Khofifah menutup acara. (red)
Editor : Redaksi