Dari Makam Sang Proklamator, Emil Dardak Serukan Kebangkitan Pancasila di Tengah Derasnya Arus Global

harianmerahputih.id
Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Alun-alun Kota Blitar, Senin (2/6/2025)

MERAHPUTIH I BLITAR — Udara pagi yang sejuk menyelimuti Alun-alun Kota Blitar, Senin (2/6/2025), ketika Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berdiri tegak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila. Dari kota tempat dimakamkannya Bung Karno, Emil menyerukan pesan kuat: Pancasila harus kembali menjadi kompas moral dan ideologis bangsa.

Meski biasanya diperingati setiap 1 Juni, peringatan tahun ini digelar sehari setelahnya sesuai dengan edaran resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Namun, momentum tidak berkurang, justru semakin terasa sakral karena dilaksanakan di Blitar — kota yang menyimpan sejarah dan napas ideologis Indonesia.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Alhamdulillah, pagi ini kami awali dengan ziarah ke makam Bung Karno. Sebuah penghormatan dan pengingat betapa besar warisan nilai yang beliau titipkan kepada bangsa ini melalui Pancasila,” ujar Emil dalam pidatonya, yang disampaikan dengan penuh semangat kebangsaan.

Mengangkat tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, Emil menegaskan bahwa ideologi bangsa ini tidak boleh hanya menjadi simbol atau dokumen normatif. “Pancasila adalah jiwa bangsa. Ia harus hadir dalam keputusan, dalam tindakan, dan dalam keberpihakan kita terhadap keadilan dan persatuan,” tegasnya.

Di tengah ketatnya persaingan global dan perubahan sosial yang serba cepat, Emil mengajak masyarakat untuk lebih cermat dan bijak dalam memilah arah. “Kadang kita berhadapan dengan pilihan-pilihan yang tak selalu terlihat hitam putih. Namun dengan Pancasila yang tertanam kuat, kita bisa lebih jernih dalam menentukan sikap,” katanya.

Ia menilai Pancasila bukan warisan masa lalu, melainkan living ideology yang terus menjawab tantangan zaman. “Dari sila pertama sampai sila kelima, semua memuat prinsip luhur tentang kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan gotong royong,” ujar Emil.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Dengan penduduk mencapai 41,81 juta jiwa dan wilayah administratif yang luas, Emil menyebut Jawa Timur sebagai miniatur Indonesia. “Kami ingin menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara — rumah ideologis Pancasila yang hidup dan tumbuh di hati rakyatnya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan fisik tak bisa berdiri sendiri tanpa dibarengi pembangunan karakter dan etika kebangsaan. “Inilah yang dulu Bung Karno tekankan dalam nation and character building. Hari ini kita lanjutkan semangat itu,” ujar Emil.

Dengan pijakan Nawa Bhakti Satya — sembilan misi pembangunan yang diusung Pemprov Jatim — Emil optimistis Jawa Timur bisa menjadi motor kemajuan yang adil dan merata. “Kami ingin pembangunan ini berkeadilan, merangkul semua, dan tidak meninggalkan siapa pun di belakang,” katanya.

Baca juga: Wagub Emil Tegaskan Peran Strategis PMI dalam Fondasi Kesehatan Jatim

Mengutip semangat dari proklamator bangsa, Emil menyatakan bahwa kebhinekaan bukan alasan untuk terpecah, tapi kekuatan untuk bersatu. “Kita harus menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya. Jangan biarkan perbedaan jadi jurang. Jadikan ia jembatan untuk memperkuat bangsa,” tegasnya.

Upacara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, serta jajaran Forkopimda Kota dan Kabupaten Blitar. Kemeriahan acara juga diwarnai dengan penampilan seni tradisional Jaranan bertema “Pandji Anom” dari para seniman Kampung Wisata Pasar Jaranan.(RED)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru