Obor Semangat Porprov IX Membara di Kota Malang, Disambut Meriah Penuh Tradisi

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I KOTA MALANG – Jumat pagi yang sejuk di Terminal Landungsari berubah menjadi panggung penyambutan sakral. Api abadi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 akhirnya tiba di Kota Malang, mengusung semangat sportivitas yang membara.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Ali Mutohirin berdiri tegak di tengah kerumunan warga dan atlet, saat menerima langsung obor Porprov dari tangan Wali Kota Batu Nurochman dan Wakilnya Heli Suyanto. Seremoni ini bukan sekadar serah terima simbolis, melainkan menjadi simbol estafet semangat antarwilayah yang tergabung dalam Malang Raya, sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar se-Jawa Timur ini.

Baca juga: Pemkot Surabaya Gelontorkan Rp42,7 Miliar untuk Atlet Berprestasi: Eri Cahyadi Tegaskan Bonus Bukan Sekadar Uang

Derap langkah para atlet berprestasi dari Kota Malang yang turut mengawal kirab menambah aura kebanggaan. Iringan kesenian bantengan, warisan budaya khas Malang menghidupkan suasana dengan gerak tari enerjik dan irama musik yang memekakkan, seolah membakar semangat juang seluruh masyarakat.

Setelah prosesi serah terima, api obor Porprov tak sekadar dibawa keliling kota, namun juga mengalirkan energi kebersamaan dan harapan. Rute kirab menyusuri lima kecamatan: Lowokwaru, Blimbing, Kedungkandang, Sukun, hingga Klojen. Di tiap titik, warga menyambut dengan gegap gempita, membawa semangat pesta olahraga ke jantung kampung-kampung.

"Api ini akan bermalam di Balai Kota, tapi sebelumnya akan singgah di Markas Kodim. Dua pelari legenda Kota Malang akan mengiringinya. Ini bukan cuma obor, ini nyala semangat dan kebanggaan," tutur Wahyu Hidayat, penuh makna.

Puncaknya, malam penyambutan di Balai Kota akan menjadi pesta rakyat. Pemerintah Kota Malang telah menyiapkan aneka hiburan sebagai persembahan untuk seluruh warga. Tak ketinggalan, maskot Porprov IX, Cak Beki, dan maskot Kota Malang, Sima, turut memeriahkan rombongan kirab, bersama komunitas mobil klasik Malang Willys Club serta duta wisata daerah.

Baca juga: Kembali Juara Porprov Jatim 2025, Surabaya Akui Target Emas Tak Tercapai—Bonus Tetap Mengalir

Kirab ini bukan semata seremoni. Ia adalah perjalanan simbolik yang membangunkan kesadaran kolektif: bahwa olahraga bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga soal warisan budaya, kebersamaan, dan semangat membangun daerah.

“Malang Raya punya tanggung jawab besar sebagai tuan rumah. Tapi kami percaya, dengan semangat bersama, Porprov ini akan menjadi momen terbaik dalam sejarah olahraga Jatim,” ujar Wahyu menutup pernyataannya. (red) 

 

Baca juga: Bojonegoro Lampaui Target, Torehkan Prestasi Terbaik di Porprov Jatim 2025

 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru