Jawa Timur Terdepan Wujudkan Sekolah Rakyat, 1.183 Siswa Siap Menimba Ilmu di 12 Lokasi

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah saat menyapa siswa Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo, Senin (14/7/2025).

MERAHPUTIH I PROBOLINGGO — Langkah besar menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan dimulai di Jawa Timur. Mulai Senin, 14 Juli 2025, sebanyak 1.183 siswa resmi menempuh pendidikan di 12 Sekolah Rakyat tahap 1A yang tersebar di berbagai penjuru provinsi. Jawa Timur pun tercatat sebagai daerah dengan kesiapan tertinggi secara nasional untuk program unggulan Kementerian Sosial ini.

Didampingi oleh 175 guru dan 136 tenaga kependidikan, serta dipimpin 12 kepala sekolah, siswa-siswa dari latar belakang rentan kini memiliki ruang dan kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pendidikan formal yang bermutu. Program Sekolah Rakyat, yang digagas sebagai solusi pemerataan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, anak terlantar, dan kelompok marginal, akhirnya mewujud nyata.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Gubernur Jawa Timur Khofifah menegaskan bahwa kesiapan daerahnya bukan sekadar persoalan jumlah sekolah yang beroperasi, melainkan kualitas pelaksanaan program. “Kami tidak hanya menyiapkan tempat dan tenaga pengajar, tapi juga memastikan seluruh ekosistem pendidikan di Sekolah Rakyat berjalan secara manusiawi, inklusif, dan profesional,” ujar Khofifah di Probolinggo.

Dari 63 Sekolah Rakyat tahap 1A di seluruh Indonesia, sepertiga di antaranya berada di Jawa Timur. Ini mencerminkan betapa seriusnya provinsi ini dalam menyambut program yang menjadi bagian dari agenda besar Presiden RI Prabowo Subianto.

Dari 12 Sekolah Rakyat tahap awal di Jatim, tiga di antaranya berada di fasilitas milik Pemerintah Provinsi. UPT PPSPA Batu misalnya, akan menaungi enam rombongan belajar jenjang SMP. Sementara di Balai Diklat BPSDM Jatim, Kota Malang, dibuka tiga rombel SMA. SMK Negeri Maritim Lamongan juga membuka tiga rombel jenjang SMA di lokasi sekolah yang sudah ada.

Sembilan lokasi lainnya tersebar di Mojokerto, Banyuwangi, Pasuruan, Surabaya, Jombang, Kediri, Pacitan, Kota Probolinggo, dan Kota Malang. Di masing-masing daerah ini, anak-anak akan memulai hari pertama sekolah dengan orientasi yang menyentuh sisi fisik dan emosional pemeriksaan kesehatan dan kebugaran, perkenalan dengan guru, kepala sekolah, hingga teman sebaya.

Program ini menjadi bagian dari kerja sama lintas kementerian: Kementerian Sosial RI bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menyebut bahwa program ini adalah bentuk gotong royong antarlembaga. Tak hanya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha juga dilibatkan.

"Seluruh kebutuhan siswa akan dipenuhi secara terintegrasi. Mulai dari seragam sekolah, alat tulis, perlengkapan mandi hingga kebutuhan pribadi lain. Semua disiapkan agar siswa bisa belajar dengan tenang, tanpa terbebani urusan logistik," ungkap Novi.

Pemprov Jatim, lanjutnya, telah menyiapkan skema pengawasan dan pendampingan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan lancar. Bahkan, sekolah-sekolah ini juga akan mengadaptasi kurikulum nasional yang disesuaikan dengan konteks sosial peserta didik.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Keberhasilan pelaksanaan tahap 1A akan menjadi fondasi pelaksanaan tahap berikutnya. Sekolah Rakyat tahap 1B dijadwalkan mulai 1 Agustus 2025 di tujuh lokasi tambahan: Kabupaten Ponorogo, Jember, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Pamekasan, dan Kota Pasuruan. Total, akan ada 19 Sekolah Rakyat di Jatim pada Tahun Ajaran 2025/2026.

Program ini juga bukan sekadar pemenuhan akses pendidikan. Di baliknya, ada cita-cita besar: mencetak generasi muda yang tangguh, mandiri, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Dengan model asrama dan pendekatan pendidikan berbasis pengasuhan, Sekolah Rakyat didesain sebagai ruang tumbuh yang menyeluruh bagi peserta didik.

Momen 14 Juli 2025 di Jawa Timur bukan hanya menandai dimulainya tahun ajaran baru. Ia menjadi babak baru dalam perjalanan panjang menuju Indonesia yang lebih adil melalui pendidikan. (dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru