MERAHPUTIH I SURABAYA — Dalam upaya membentuk ekosistem pendidikan yang tangguh dan responsif terhadap perubahan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggelar pelatihan kepemimpinan adaptif dan transformatif bagi kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se-Jawa Timur. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran kepala sekolah sebagai motor penggerak inovasi dan peningkatan mutu pendidikan di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak lagi dapat diselesaikan dengan pendekatan konvensional. Pemimpin satuan pendidikan dituntut untuk memiliki karakter visioner, kolaboratif, dan tanggap terhadap perkembangan teknologi serta perubahan sistem pendidikan nasional.
Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat
“Kepala sekolah tidak boleh hanya menjadi pelengkap. Mereka harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan program nyata untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan memperhatikan kesejahteraan guru,” ujar Aries dalam keterangan persnya, Minggu (20/7).
Pelatihan ini juga menghadirkan sejumlah program inovatif yang diperkenalkan kepada peserta. Salah satunya adalah Program Terapan Ekonomi Guru (Proteg) yang ditujukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi guru honorer. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi para pendidik non-PNS, sekaligus menumbuhkan budaya kewirausahaan di lingkungan sekolah.
Selain itu, turut diperkenalkan pula inisiatif East Java Innovative Education Summit (EJIES), sebagai forum strategis untuk berbagi praktik baik dan inovasi pendidikan di tingkat daerah, serta program School Food Care yang diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan sekolah melalui pengelolaan makanan sehat dan edukatif.
Pelatihan yang berlangsung di Surabaya itu menghadirkan Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Dr. Andi Taufik, sebagai narasumber utama. Dalam sesi reflektifnya, Andi menekankan bahwa kepemimpinan yang tangguh berakar dari kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengelola dirinya sendiri secara utuh.
“Fondasi sejati kepemimpinan terletak pada kemampuan menguasai emosi, ego, ambisi, dan rasa takut. Pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri akan lebih siap memimpin organisasinya ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Sesi pelatihan juga diisi oleh pemaparan Isman AP dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri. Ia menyoroti pentingnya keberanian untuk mencoba dan menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses berinovasi.
“Jika kalian tidak pernah mencoba, berarti kalian tidak akan pernah tahu. Dan jika kalian tidak pernah mencoba rasanya kegagalan, berarti kalian belum cukup berinovasi,” tegas Isman di hadapan para peserta.
Pelatihan ini menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat lini terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan. Kepala sekolah, sebagai ujung tombak perubahan di satuan pendidikan, diharapkan tidak hanya menjadi administrator, tetapi juga pemimpin yang mampu menciptakan budaya belajar yang progresif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Aries Agung Paewai berharap seluruh hasil pelatihan dapat segera diimplementasikan secara nyata di lingkungan sekolah masing-masing. Ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak akan terjadi tanpa kepemimpinan yang kuat dan inovatif.
“Kita tidak bisa menunggu sistem berubah dengan sendirinya. Kepala sekolah harus menjadi pelaku utama perubahan itu sendiri,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaboratif dan dorongan untuk terus berinovasi, Jawa Timur menunjukkan kesungguhannya dalam membentuk masa depan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan unggul di tingkat nasional.(RED)
Editor : Redaksi