MERAHPUTIH I PROBOLINGGO - Di tengah geliat pertanian Jawa Timur yang terus tumbuh, Gubernur Khofifah Indar Parawansa kembali turun tangan memperkuat barisan petani. Senin pagi (4/8/2025), di Kabupaten Probolinggo, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu hadir membawa kabar baik: distribusi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk para kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan).
Langkah ini bukan sekadar seremoni penyaluran bantuan. Ini bagian dari strategi besar: transformasi sektor pertanian menuju kedaulatan pangan yang tangguh dan modern.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Dengan alsintan yang lebih canggih dan efisien, kita percepat mekanisasi pertanian di Jatim. Petani bisa panen lebih cepat, kerja lebih ringan, dan hasilnya meningkat,” tegas Khofifah di hadapan para petani yang hadir.
Tak kurang dari empat kelompok tani di Probolinggo menerima langsung bantuan tersebut. Kelompok Tani Sumber Rejeki 1 di Desa Rondokuning, Kraksaan, mendapatkan satu unit Handtraktor Rotary. Poktan Mahajaya Tani Liprak Wetan menerima satu unit Handtraktor Rotary dan lima unit Handsprayer elektrik.
Sementara itu, dua kelompok lain – Sido Tentrem di Sidomulyo dan Tunas Harapan di Karanganyar – masing-masing mendapat satu unit Corn Sheller Mobile. Alsintan-alsintan ini akan menjadi ‘senjata baru’ bagi petani dalam menghadapi tantangan produksi.
Gubernur Khofifah menyebut, dengan akselerasi mekanisasi dan penggunaan alat-alat pertanian modern seperti combine harvester, Jawa Timur mampu meningkatkan produksi padi dari angka 9,7 juta ton menjadi 11 juta ton per tahun.
“Jawa Timur ini Gerbang Baru Nusantara. Maka kita harus menjadi gerbang utama untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” tegasnya.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 pun memperkuat arah kebijakan ini. Jawa Timur tercatat menyumbang 17,44 persen produksi padi nasional atau 5,352 juta ton beras. Bahkan, produksi jagung Jatim mencapai 30,36 persen dari total produksi nasional, dengan angka fantastis: 4,59 juta ton jagung pipilan kering.
Lebih menggembirakan lagi, hingga awal semester kedua 2025, tren produksi terus menanjak. Produksi padi Jatim Januari–Agustus 2025 tercatat meningkat 11,78 persen menjadi 8,17 juta ton GKG, sedangkan produksi jagung naik 10,08 persen menjadi 2,81 juta ton.
Tak hanya kuantitas, kualitas pun menjadi sorotan. Oleh karena itu, Khofifah mengingatkan pentingnya pengelolaan alsintan secara kolektif, produktif, dan berkelanjutan. Menurutnya, alsintan bukan sekadar alat bantu, tetapi tulang punggung modernisasi sektor pertanian.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Heru Suseno, menjelaskan bahwa distribusi alsintan ini merupakan bagian dari visi besar Gubernur Jatim untuk menjadikan pertanian sebagai motor utama kemandirian pangan.
“Modernisasi adalah jalan menuju swasembada. Kami harap para petani bisa memanfaatkan alat-alat ini secara optimal,” ucap Heru.
Di tengah dinamika perubahan iklim dan tantangan global, langkah-langkah konkret seperti ini menunjukkan bahwa Jawa Timur tak hanya siap bertahan, tapi juga siap melompat jauh.(bol)
Editor : Redaksi