Achmad Jufriyanto Mulai Pulih, Si Tembok Pertahanan Maung Bandung Siap Bangkit

harianmerahputih.id
Bek senior Achmad Jufriyanto, atau yang akrab disapa Jupe

MERAHPUTIH I BANDUNG – Di tengah geliat persiapan PERSIB Bandung menatap lanjutan kompetisi musim 2025, secercah harapan kembali bersinar dari ruang pemulihan. Bek senior Achmad Jufriyanto, atau yang akrab disapa Jupe, memberikan kabar menggembirakan terkait kondisinya pasca mengalami cedera patah tulang rusuk saat berlaga di Piala Presiden 2025.

Bagi para bobotoh, nama Jupe bukan sekadar pemain belakang. Ia adalah simbol keteguhan, dedikasi, dan loyalitas. Tiga gelar juara telah ia sumbangkan untuk Maung Bandung, dan kini, dalam masa penyembuhannya, semangat yang sama tetap terpancar kuat.

Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”

“Alhamdulillah, kondisi saya sudah jauh lebih baik dibandingkan dua minggu pertama setelah cedera,” tutur Jupe saat ditemui di pusat latihan pemulihan, Jumat (7/8). Wajahnya terlihat tenang, namun sorot matanya menyimpan tekad besar untuk kembali ke lapangan hijau.

Cedera yang ia alami bukanlah cedera ringan. Tulang rusuk yang retak mengharuskannya menepi dari seluruh aktivitas sepak bola dalam beberapa pekan terakhir. Namun, seperti halnya dalam laga sengit, Jupe tak pernah menyerah. Proses pemulihan dijalani dengan sabar dan penuh kedisiplinan.

Saat ini, bek berusia 37 tahun itu sudah memulai fase latihan ringan. Ia perlahan membangun kembali kekuatan otot dan daya tahan tubuhnya melalui aktivitas bersepeda serta latihan penguatan otot bersama tim medis PERSIB.

“Sekarang saya sudah mulai latihan ringan. Mungkin setelah pertandingan melawan Semen Padang, saya akan mulai bergabung latihan lagi,” ungkapnya dengan senyum optimistis.

Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1

Meski sudah menunjukkan kemajuan signifikan, Jupe tak ingin gegabah. Ia menyadari, proses penyembuhan total memerlukan ketelitian dan tahapan yang tidak bisa dilompati begitu saja. Untuk sementara waktu, latihan terpisah dengan pendampingan fisioterapis masih menjadi rutinitasnya.

“Saya masih harus menjalani beberapa tahapan selanjutnya, dan tentu saja, semua akan mengikuti arahan dari tim dokter,” ujar pemain bernomor punggung 16 itu.

Jupe bukan sekadar pemain senior yang hadir untuk mengisi barisan pertahanan. Ia adalah mentor, sosok panutan, dan benteng terakhir yang acap kali menyelamatkan Maung Bandung dari kebobolan. Tak heran, absennya ia di beberapa laga terakhir begitu terasa.

Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”

Kini, asa untuk melihat Jupe kembali mengawal lini belakang PERSIB semakin nyata. Harapan itu tak hanya datang dari tim pelatih dan rekan-rekan satu tim, tapi juga dari ribuan bobotoh yang selalu menyanyikan namanya dari tribun stadion.

“Saya rindu bermain, rindu atmosfer stadion, rindu menyapa bobotoh. Tapi semua harus saya jalani dengan sabar, dan saya yakin akan kembali lebih kuat,” ucap Jupe menutup perbincangan.

Bagi Maung Bandung, kembalinya Jupe bukan hanya tentang mengisi kekosongan lini belakang. Lebih dari itu, ini adalah tentang kembalinya semangat, karakter, dan jiwa seorang pejuang yang tak pernah lelah menjaga kehormatan biru di dada. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru