MERAHPUTIH I SURABAYA – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) bersama masyarakat dari berbagai lapisan menghadiri doa bersama untuk mendiang Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal saat demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8) lalu.
Acara bertajuk "Tahlil Kubro untuk Alm Affan Kurniawan dan Doa Bersama untuk Kedamaian Indonesia Bersama Ojol" ini berlangsung khidmat di Masjid Baitul Hamdi, kompleks Kantor Gubernur Jawa Timur, Minggu (31/8) pagi. Doa bersama dipimpin oleh ulama kharismatik Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Sejak subuh, jamaah mulai berdatangan. Para pengemudi ojol mengenakan atribut hijau yang menjadi ciri khas mereka, sementara sebagian masyarakat umum hadir dalam balutan pakaian serba putih. Mereka duduk bersila memenuhi halaman masjid, menundukkan kepala dalam suasana penuh keharuan.
KH. Asep Saifuddin dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya doa bersama bukan hanya untuk Affan, tetapi juga untuk korban lain yang jatuh di sejumlah daerah.
“Ya, untuk berdoa bersama-sama mendoakan almarhum dan almarhumin. Karena korbannya ada juga di Makassar dan di tempat lain. Kita berdoa agar negeri ini tetap kondusif, dijauhkan dari perpecahan,” ujar KH. Asep dengan suara bergetar.
Di kesempatan yang sama, Mak Yah, salah satu perwakilan komunitas ojol, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini.
“Terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga doa bersama kita diterima Allah SWT. Peristiwa yang menimpa Affan jangan sampai terulang kembali. Harapan kami, pengemudi ojol tetap guyub rukun, Jawa Timur tetap aman,” ucapnya, disambut anggukan hadirin.
Heru Satriyo, Koordinator MAKI Jawa Timur, menegaskan bahwa kegiatan ini sama sekali tidak bermuatan politik.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Ini murni doa. Kita ingin semua hadir dalam suasana hening, di pagi hari yang bening, untuk mengirimkan doa terbaik bagi almarhum,” jelasnya.
Usai doa, tahlil, dan tausiyah, seluruh peserta berdiri bersama-sama melantunkan lagu “Gugur Bunga” dan “Padamu Negeri”. Nyanyian itu menggema di halaman masjid, menambah haru suasana sekaligus menjadi simbol penghormatan kepada Affan.
Doa bersama ini melanjutkan rangkaian doa yang sudah digelar sehari sebelumnya. Pada Sabtu (30/8), Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan salat gaib untuk Affan Kurniawan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
Dengan rangkaian doa yang digelar di berbagai tempat, para pengemudi ojol berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan peristiwa serupa tidak lagi menimpa rekan-rekan mereka di jalanan maupun dalam aksi demonstrasi. (dpr)
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Editor : Redaksi