Gubernur Khofifah Lepas KRI Surabaya 591 Bawa Bantuan Logistik ke Bawean

harianmerahputih.id
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangko Armada II, Laksda TNI I G. P. Alit Jaya dan Laksda TNI Ali Triswanto, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut V/Surabaya serta Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono secara resmi melepas keberangkatan KRI Surabaya

MERAHPUTIH I SURABAYA – Suasana Dermaga Semampir Baru, Ujung, Surabaya, Jumat (5/9) siang, tampak berbeda dari biasanya. Deru mesin kapal perang milik TNI AL, KRI Surabaya 591, terdengar lantang ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangko Armada II, Laksda TNI I G. P. Alit Jaya dan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut V/Surabaya Laksda TNI Ali Triswanto serta Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono secara resmi melepas keberangkatan kapal tersebut menuju Pulau Bawean.

Kapal raksasa itu tak hanya membawa prajurit, melainkan juga harapan ribuan warga Bawean yang beberapa hari terakhir mengalami krisis logistik akibat gelombang tinggi di Laut Jawa.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Bantuan ini untuk saudara-saudara kita di Bawean. Kita tahu bahwa sejak 29 Agustus kapal barang tidak bisa beroperasi karena gelombang tinggi. Kapal penumpang pun berhenti sejak 1 September. Artinya hampir seminggu suplai logistik berkurang drastis,” kata Khofifah.

Situasi tersebut memicu kelangkaan kebutuhan pokok. Harga telur bahkan meroket hingga Rp60 ribu per kilogram, sementara harga ayam potong menembus Rp80 ribu per kilogram. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama TNI AL dan Pemkab Gresik bergerak cepat mengirimkan bantuan.

“Dalam misi ini kami membawa mobil cold storage, elpiji 12 kilogram, beras 10 ton, dan juga 5.000 paket sembako. Termasuk di dalamnya ada telur dan kebutuhan pokok lain,” imbuh Khofifah.

Tak hanya bantuan berupa barang, kapal juga mengangkut sejumlah pedagang dari Gresik. Hal itu dilakukan untuk menjawab keluhan para pelaku usaha kecil yang kesulitan menyalurkan barang dagangan karena akses transportasi laut lumpuh.

“Pak Bupati Gresik menyampaikan ada pedagang yang menunggu giliran angkutan. Maka 50 orang pedagang ikut diberangkatkan hari ini bersama KRI Surabaya 591,” jelas Khofifah.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga mengapresiasi sinergi lintas lembaga. “Kami sampaikan terima kasih kepada Komando Armada II dan Komando Daerah Angkatan Laut V/Surabaya atas dukungan penuh. Juga kepada Sekda Provinsi Jatim yang mengoordinasikan teknis penyaluran bantuan ini,” ujarnya.

Khofifah berharap seluruh bantuan bisa tersalurkan tepat sasaran dan memberikan ketenangan bagi masyarakat Bawean. Ia menegaskan, langkah cepat ini sekaligus sebagai bentuk kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat.

“Pak Bupati akan terus berkoordinasi agar masyarakat mendapatkan penjelasan bahwa kebutuhan mereka pasti dipenuhi. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” pungkas Khofifah.

Keberangkatan KRI Surabaya 591 hari ini menjadi bukti nyata solidaritas dan gotong royong antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat untuk menjaga kestabilan pangan sekaligus meredam gejolak ekonomi di wilayah kepulauan Jawa Timur. (dpr) 

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

 

 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru