MERAHPUTIH I JAKARTA – Kereta api kian mengokohkan posisinya sebagai moda transportasi andalan masyarakat. Data terbaru mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2025, KAI Group melayani 328.054.007 pelanggan. Angka ini melesat 8,51 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 302.318.751 pelanggan.
Peningkatan itu tidak hanya terjadi pada layanan reguler, melainkan juga pada produk-produk unggulan KAI. Kereta Panoramic, Kereta Istimewa, dan Kereta Wisata yang dikelola KAI Wisata, misalnya, mencatat lonjakan signifikan dengan 146.952 pelanggan atau tumbuh hampir 50 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga: Pemprov Jatim Kebut Pemasangan Palang Pintu, Upaya Redam Fatalitas di Perlintasan Kereta
Sementara LRT Jabodebek yang baru beroperasi sejak Agustus 2023 menjadi magnet baru pengguna transportasi perkotaan. Hingga Agustus 2025, layanan ini telah dimanfaatkan oleh 18.320.610 penumpang, naik 44,25 persen dibandingkan tahun lalu.
Tidak ketinggalan, KAI Bandara yang mengoperasikan KA Srilelawangsa di Medan serta KA Bandara YIA di Yogyakarta juga mengalami pertumbuhan cukup tinggi, dari 3,69 juta menjadi 4,63 juta pelanggan. Di Indonesia Timur, KA Makassar–Parepare yang menjadi pionir transportasi rel di kawasan tersebut berhasil mengangkut 204.829 penumpang, tumbuh 11,95 persen.
LRT Sumsel yang menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan pusat Kota Palembang juga menunjukkan konsistensi. Selama delapan bulan pertama tahun ini, layanan tersebut melayani 3.001.558 penumpang, naik dari 2.776.989 pelanggan pada periode sama tahun lalu.
Sementara itu, kereta jarak jauh dan lokal yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di Jawa dan Sumatera mencatat kenaikan 7,5 persen dengan 37,15 juta pelanggan.
Baca juga: KA Batara Kresna Catat Lonjakan Penumpang, Makin Kokoh sebagai Ikon Wisata Solo Raya
Kontribusi terbesar tetap datang dari KAI Commuter. Layanan ini menjadi nadi transportasi warga Jabodetabek dan sejumlah kota besar lain, dengan total 260.536.640 penumpang, meningkat 6,58 persen. Tak kalah penting, kereta cepat Whoosh yang dioperasikan KCIC juga terus menarik minat masyarakat. Selama Januari–Agustus 2025, sebanyak 4.052.009 orang memilih moda transportasi modern tersebut, naik 5,52 persen dibanding tahun lalu.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyebutkan bahwa lonjakan jumlah penumpang adalah bukti bahwa transportasi berbasis rel semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan publik yang makin kuat terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Anne.
Baca juga: Tiket Kereta Api Libur Nataru Mulai Diserbu, KAI Siapkan Operasi Khusus Jelang
Ia menambahkan, selain jumlah penumpang yang meningkat, KAI juga menjaga performa ketepatan waktu (On Time Performance/OTP). Catatan sepanjang Januari–Agustus 2025 menunjukkan ketepatan keberangkatan mencapai 99,50 persen, sementara ketepatan kedatangan sebesar 96,32 persen.
“Ke depan, KAI Group berkomitmen menghadirkan inovasi berkelanjutan. Kami ingin rel kereta api bukan sekadar jalur transportasi, melainkan jalur kehidupan yang memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup,” tutup Anne.(red)
Editor : Redaksi