MERAHPUTIH I MAGETAN – Di tengah padatnya rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tetap menyempatkan diri untuk bersapa langsung dengan rakyatnya. Usai memimpin apel ziarah ke makam Gubernur Pertama Jawa Timur, R.M.T. Ario Soerjo dan beberapa kegiatan, Minggu (5/10), Khofifah melangkahkan kakinya menuju Pasar Induk Plaosan di Kabupaten Magetan.
Kehadirannya bukan sekadar seremonial. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu benar-benar berbaur dengan masyarakat, menelusuri lapak demi lapak pedagang, sambil memborong aneka sayur mayur dan buah-buahan segar khas pegunungan Plaosan. Mulai dari kentang, tomat, kobis, wortel, kangkung, daun bawang, seledri, hingga bumbu pecel, semuanya tak luput dari perhatiannya. Tak hanya itu, ia juga membeli alpukat, stroberi, dan mqngga segar yang baru dipetik dari kebun warga.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Ini kan ori ya, original gitu. Saya melihat para pedagang di sini tersenyum saat menawarkan dagangan. Yang membuat saya terharu, mereka menyebut harga apa adanya, tidak dinaikkan sedikit pun, padahal mereka tahu di sini ada bupati, juga ada gubernur,” ujar Khofifah dengan nada bangga.
Menurutnya, Pasar Induk Plaosan memiliki keunikan tersendiri. Selain suasananya yang asri karena tidak jauh dengan kawasan wisata Telaga Sarangan, produk-produk yang dijual para pedagang didominasi hasil pertanian lokal yang cenderung organik.
“Ini indah menurut saya. Karena memang daerah ini surganya sayur-mayur. Banyak petani di sekitar Plaosan, Madiun, dan Ngawi yang belanjanya di sini. Jadi pasar ini memang menjadi simpul penting rantai pasok sayur di wilayah barat Jatim,” jelasnya.
Khofifah juga sempat tersenyum saat menyadari kesalahannya menyebut lokasi. “Tadi itu saya sempat salah sebut, saya pikir di Maospati, ternyata Plaosan. Jadi balik lagi kita ke sini. Hehe,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Lebih dari sekadar berbelanja, kunjungan ini menjadi momen penting baginya untuk menyapa langsung masyarakat akar rumput, terutama para pedagang perempuan yang mendominasi aktivitas pasar.
“Sebagian besar pedagang di sini perempuan-perempuan pekerja keras. Luar biasa. Dan itu menjadi energi yang luar biasa bagi kita semua untuk terus bisa bersapa dengan mereka,” ungkapnya penuh apresiasi.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Khofifah pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang berpihak pada masyarakat kecil, termasuk pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif.
“Biasanya saya suka menyiapkan zakat produktif. Mudah-mudahan lain kali, sambil peresmian Twin Road nanti, saya bisa datang lagi ke sini, sekalian membawa zakat produktif,” tuturnya.
Sementara itu, para pedagang menyambut antusias kehadiran Gubernur Khofifah. Salah satunya Dian, pedagang sayur asal Desa Alas Tuo, Kecamatan Poncol, yang merasa beruntung dagangannya diborong.
“Alhamdulillah, Bu Khofifah membeli dagangan saya, totalnya sekitar Rp350 ribu. Saya senang sekali, apalagi beliau ramah sekali dan mau ngobrol dengan kami,” ungkap Dian dengan mata berbinar.
Kunjungan singkat namun bermakna itu menjadi gambaran kedekatan seorang pemimpin dengan rakyatnya. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan dan perayaan hari jadi provinsi, Khofifah memilih turun langsung ke pasar tradisional, tempat denyut ekonomi rakyat berputar sebagai bentuk nyata kecintaannya pada produk lokal, kerja keras perempuan, dan semangat gotong royong.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Tak lupa di Pasar Plaosan Gubernur Khofifah juga membagikan bingkisan yang berisi bahan pokok makanan kepada para pedagang.
Pasar Induk Plaosan pun hari itu bukan sekadar tempat jual beli, melainkan panggung kecil yang merekam wajah hangat kepemimpinan yang membumi: sederhana, merakyat, dan penuh empati.(dpr)
Editor : Redaksi