Ziarah ke Makam Bung Karno, Khofifah Ajak Warga Jatim Rawat Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong

harianmerahputih.id
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat ziarah ke makam Proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno di Kota Blitar, Rabu (8/10).

MERAHPUTIH I BLITAR – Menjelang Hari Jadi ke-80 Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Pemprov Jatim melakukan ziarah ke makam Proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno di Jalan Ir. Soekarno No.152, Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Rabu (8/10).

Suasana ziarah berlangsung khidmat. Rangkaian acara dimulai dengan apel singkat, doa bersama, hingga tabur bunga di pusara Presiden Pertama Republik Indonesia tersebut.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Gubernur Khofifah menyebutkan, ziarah ini merupakan bagian dari tradisi tahunan Pemprov Jatim menjelang peringatan Hari Jadi provinsi. Sebelumnya, ziarah serupa juga dilakukan ke makam Gubernur Pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, di Magetan.

“Ini sudah menjadi tradisi kami setiap tahun. Selain ke makam Bung Karno, juga ke makam gubernur-gubernur terdahulu. Hari ini saya ke Blitar, Pak Wagub ke makam Gubernur Muhammad Noer, dan Pak Emil ke Sampang,” ujar Khofifah.

Menurutnya, ziarah bukan sekadar ritual, tetapi bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Ia menilai, dengan menziarahi makam para tokoh bangsa, nilai-nilai perjuangan dan patriotisme dapat kembali dihidupkan di dalam diri.

“Ziarah ini bukan hanya mengenang, tapi juga menyerap semangat juang mereka agar kita bisa terus melanjutkan cita-cita bangsa,” ungkapnya.

Khofifah juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kepahlawanan yang diwariskan Ir. Soekarno. Di antaranya, semangat musyawarah untuk mufakat, mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, pantang menyerah, berjiwa gotong royong, serta menjunjung tinggi kebersamaan.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Salah satu yang paling relevan saat ini adalah semangat gotong royong dan kebersamaan. Dengan semangat ini, kita bisa menjaga persatuan bangsa dari berbagai ancaman perpecahan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari sumber daya alam atau ekonominya, tetapi juga dari eratnya rasa kekeluargaan dan kebersamaan antarwarga.

“Kita satu bangsa, satu keluarga besar. Kalau kita saling menjaga, tidak akan mudah dipecah belah oleh isu atau provokasi,” tandasnya.

Baca juga: HKTI Deklarasikan Jatim Lumbung Ternak, Inovasi Peternakan Jadi Fokus

Selain menekankan pentingnya nilai gotong royong, Gubernur Khofifah juga mengingatkan perlunya budaya musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan. “Dengan duduk bersama, kita bisa mencari kesepakatan terbaik tanpa harus memecah belah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah turut menyerahkan tali asih kepada lima juru kunci Makam Bung Karno. Ia juga membagikan paket sembako kepada masyarakat sekitar, dengan total penerima sebanyak 500 orang yang disimbolkan melalui penyerahan kepada 50 penerima.

Ziarah ini menjadi refleksi makna Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai kebangsaan, penghormatan terhadap sejarah, dan perwujudan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.(red)
 
 
 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru