Jatim–Jateng Resmi Bersinergi Dorong Lahirnya Sektor Ekonomi Baru

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyaksikan penandatangan MOU beberapa OPD antara Pemprov Jatim dan Jateng, Jumat (24/10/2025)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah resmi mengukuhkan langkah kolaboratif dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Gedung Negara Grahadi, Jumat (24/10/2025) malam. Momentum ini menjadi tonggak baru bagi dua provinsi bertetangga dalam memperkuat konektivitas ekonomi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut hangat kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta rombongan. Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah sebagai strategi memperkuat daya saing regional di tengah tantangan ekonomi nasional.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Sinergi ini bukan hanya soal kerja sama antarinstansi, tapi juga soal bagaimana kita menumbuhkan semangat kebersamaan untuk kemajuan bersama. Antara Jatim dan Jateng ini nyambung banget, baik secara geografis maupun dari sisi kebutuhan komoditas,” kata Khofifah.

Ia mencontohkan bentuk koneksitas ekonomi yang sudah berjalan. Jawa Timur selama ini menjadi pemasok susu dan tembakau rajang ke Jawa Tengah, sedangkan Jateng menyuplai gula merah dan gula kristal ke Jatim.

“Artinya, antara dua provinsi ini ada hubungan ekonomi yang saling menguatkan. Dan itu harus terus kita dorong agar berkembang lebih besar,” ujarnya.

Tak hanya di bidang ekonomi, Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan kerja sama di sektor pendidikan. Ia menawarkan peluang sinergi antara Dinas Pendidikan Jatim dan Jateng. 

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

“Kalau nanti ada kerja sama pendidikan, kami siap membuka kuota 20 persen bagi siswa dari Jawa Tengah di sekolah-sekolah Taruna Jatim. Ini bagian dari semangat kami untuk maju bersama, tumbuh bersama, dan sukses bersama,” tegas Khofifah.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik inisiatif kolaboratif tersebut. Ia menilai penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak nyata bagi masyarakat di dua wilayah.

“Kerja sama ini tidak berhenti di tataran OPD, tapi juga akan menyentuh level BUMD, KADIN, hingga HIPMI. Dengan begitu, akan muncul ekosistem ekonomi baru yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tutur Luthfi.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Menurutnya, sinergi lintas provinsi seperti ini sangat penting di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Dengan mengoptimalkan potensi sumber daya masing-masing daerah, kedua provinsi diyakini mampu menciptakan rantai pasok yang efisien dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi regional.

Pertemuan dua gubernur ini juga menjadi ruang strategis untuk mempererat koordinasi lintas sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat. Harapannya, langkah konkret ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi warga Jatim dan Jateng.

“Ini bukan tentang siapa yang lebih maju, tetapi bagaimana kita bisa maju bersama, besar bersama, dan membangun masa depan bersama,” pungkas Khofifah.(dpr) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru