MERAHPUTIH I LAMONGAN – Dua komoditas utama, Daging ayam potong dan bawang merah kini menjadi sorotan dalam upaya menahan laju inflasi di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali turun langsung ke lapangan, meninjau kegiatan pasar murah di Lapangan Gajah Mada, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Lamongan, Minggu (26/10).
Kehadirannya bukan sekadar simbol, tetapi bentuk nyata intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Kami berharap dengan banyaknya pasar murah, akses masyarakat terhadap pemenuhan sembako makin luas. ayam potong di pasar murah dijual Rp33.000 per kilogram, padahal di pasaran bisa mencapai Rp30.000-40.000 Selisih ini diharapkan mampu menurunkan harga secara umum,” ujar Khofifah usai meninjau stan penjualan.
Tak hanya daging ayam, bawang merah juga dijual jauh lebih murah, yakni Rp7.000 per ¼ kilogram dibanding harga pasar yang mencapai Rp12.000.
“Bawang merah dan daging ayam potong masih jadi penyumbang inflasi. Karena itu, kedua komoditas ini selalu kami hadirkan di setiap pasar murah. Ini bagian dari penetrasi harga agar stabilitas tetap terjaga,” tambah Khofifah.,” jelasnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, dua komoditas tersebut menjadi penyumbang utama inflasi daerah, bawang merah 0,04 persen dan daging ayam potong 0,03 persen.
Dalam gelaran pasar murah di Lamongan kali ini, Pemprov Jatim menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga di bawah pasaran. Beras SPHP dijual Rp55 ribu per lima kilogram, tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, gula ID Food Rp14 ribu per kilogram, minyak goreng Minyak Kita Premium Rp13 ribu per liter, telur ayam Rp22. 000ribu per kilogram.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Selain menjaga kestabilan ekonomi, pasar murah juga menjadi wadah pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Khofifah menilai, sinergi antara Pemprov Jatim dan UMKM adalah bagian dari strategi ekonomi inklusif.
“Biasanya saya sempatkan melihat produk-produk UMKM di setiap lokasi. Siapa tahu bisa kami kurasi dalam misi dagang Jawa Timur agar mereka memperluas pasar,” katanya.
Tak hanya fokus pada harga pangan, Khofifah juga menyalurkan bantuan sosial dalam kesempatan tersebut. Ia menyerahkan 40 paket telur bagi ibu hamil dan balita sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional penurunan stunting. Selain itu, 35 warga lanjut usia (lansia) menerima bantuan beras SPHP lima kilogram.
“Beras ini khusus untuk lansia, sebagian dibagikan tanpa kupon. Prinsipnya, kita ingin saling bersedekah dan berikhtiar seiring dengan program nasional,” ujarnya.(dpr)
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Editor : Redaksi