Dorong UMKM Naik Kelas, Mendag Budi Santoso Kunjungi Namira Ecoprint Surabaya

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke sentra produksi Namira Ecoprint Surabaya pada Kamis, 13 November 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar global, sekaligus meneguhkan komitmen pemerintah terhadap pengembangan ekonomi hijau dan berkelanjutan.

Dalam kunjungannya, Mendag Budi meninjau langsung proses produksi kain ecoprint yang dikelola oleh pengusaha lokal, Didik Edi Susilo, pemilik Namira Ecoprint. Produk yang dihasilkan Didik dinilai memiliki keunggulan tersendiri lantaran memadukan kreativitas seni dengan prinsip ramah lingkungan.

Baca juga: Wisuda SOTH 2025 Surabaya: Eri Cahyadi Tekankan Peran Orang Tua sebagai Fondasi Kemajuan Kota

“Produk dari Namira ini sangat bagus. Kami di Kementerian Perdagangan memiliki dua program besar yang bisa membantu produk-produk UMKM seperti Namira agar bisa menembus pasar ekspor,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, program yang dimaksud adalah “UMKM Bisa Ekspor”, sebuah inisiatif yang menjembatani pelaku usaha kecil untuk berinteraksi langsung dengan calon pembeli di luar negeri. “Kita punya perwakilan di 39 negara. Nanti, Ecoprint seperti Namira ini bisa presentasi ke perwakilan kami sesuai target pasar, apakah ke Jepang, Malaysia, atau Hongkong. Setelah itu, perwakilan akan membantu mencarikan buyer yang sesuai,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga Oktober 2025, program ini telah memfasilitasi lebih dari 1.049 UMKM untuk melakukan presentasi dengan calon pembeli internasional, menghasilkan transaksi senilai 130,17 juta dolar AS atau sekitar Rp2,1 triliun. Angka tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya minat dunia terhadap produk kreatif asal Indonesia.

Namun, Budi tak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi para pelaku UMKM, terutama dalam hal konsistensi kualitas dan ketepatan waktu pengiriman. “Ini yang sering jadi masalah. Pengiriman pertama bagus, tapi yang kedua dan ketiga menurun. Akhirnya, buyer kehilangan kepercayaan. Saya selalu ingatkan teman-teman UMKM, jangan sampai hal itu terjadi,” tegasnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Rp55,2 Miliar, Eri Cahyadi Tegaskan Prioritas untuk Kesejahteraan Warga

Selain dorongan ekspor, Kementerian Perdagangan juga aktif mengupayakan perluasan pasar dalam negeri dengan menggandeng berbagai department store dan jaringan ritel modern seperti MAP dan Sarinah. “Kita juga sedang memperkuat pola kemitraan antara UMKM dan retail modern agar produk-produk lokal bisa masuk dan bersaing di pasar domestik,” tambahnya.

Sementara itu, Didik Edi Susilo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mendag ke tempat usahanya. Ia berharap dukungan tersebut bisa membuka akses pasar yang lebih luas, khususnya ke luar negeri.

“Terima kasih atas perhatian dan dukungan Pak Menteri. Kami yakin dengan bantuan Kementerian Perdagangan, jalur ekspor untuk produk kami bisa terbuka lebih lebar. Karena sejatinya, produk ecoprint seperti ini sangat langka di dunia — semuanya handmade, natural, dan limited edition,” ujar Didik.

Baca juga: Jagat Maya Bergejolak, Pemuda Pancasila Surabaya Geram terhadap Konten Bermuatan SARA

Didik menuturkan, seluruh proses produksi di Namira Ecoprint berlandaskan prinsip keberlanjutan. Ia menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan tanaman liar di sekitar rumah tanpa campuran bahan kimia. “Prinsip kami adalah kembali ke alam. Daun dan bunga yang kami pakai tidak hanya menghasilkan motif, tapi limbahnya kami olah menjadi pupuk organik. Bahkan, pohon-pohon yang digunakan kami tanam kembali,” ungkapnya.

Karya-karya ecoprint Namira kini tak hanya diminati kalangan pecinta kain etnik, tapi juga telah menembus segmen fashion berkelanjutan di dalam negeri. Keunikan motif dan komitmen lingkungan yang diusungnya membuat produk ini memiliki potensi besar di pasar global.

Kunjungan Mendag Budi ke Surabaya diharapkan menjadi momentum penting bagi UMKM lokal untuk memperluas jaringan bisnisnya. Dengan dukungan kebijakan ekspor, pendampingan kualitas, serta sinergi dengan ritel modern, produk-produk seperti Namira Ecoprint diyakini mampu membawa warna baru dalam wajah industri kreatif Indonesia di kancah dunia.(dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru