MERAHPUTIH I MALANG – Aroma panas Derby Jawa Timur kembali menyeruak. Arema FC datang ke markas Persebaya Surabaya dengan penuh tekad, sekaligus membawa pekerjaan rumah besar: memutus hasil buruk mereka setiap kali menginjakkan kaki di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan bahwa timnya berada dalam kondisi paling siap sejak ia mengambil alih kursi kepelatihan. Evaluasi sudah dibedah, mental telah diperkuat, dan menurutnya, tak ada alasan bagi Singo Edan untuk pulang tanpa perlawanan berarti.
Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar
Laga klasik Persebaya vs Arema dijadwalkan berlangsung di GBT, Sabtu (22/11/2025), pukul 15.30 WIB. Stadion diprediksi membludak, dan tensi pertandingan hampir dipastikan menanjak sejak menit awal.
Santos, dalam sesi latihan terakhir di Malang pada Rabu (19/11/2025), menyampaikan bahwa persiapan tim berjalan di atas ekspektasi.
“Persiapan cukup bagus. Banyak kesalahan di pertandingan-pertandingan sebelumnya sudah dievaluasi. Saya mulai fokus untuk menyiapkan mental tim menghadapi Persebaya,” ujarnya.
Berita baiknya, Arema datang tanpa daftar absen.
“Tidak ada yang sakit. Semua yang sempat cedera atau sakit sudah kembali siap,” kata Santos menegaskan.
Kekuatan penuh ini menjadi modal penting, terutama karena Arema tercecer di posisi sembilan klasemen sementara—posisi yang oleh pelatih berkebangsaan Brasil itu dianggap tidak pantas bagi klub sebesar Arema FC.
“Posisi sembilan itu bukan posisi yang bagus untuk Arema. Kami harus berada lebih atas supaya Aremania senang,” tegasnya.
Baca juga: Thom Haye Puji Kekompakan Tim Usai PERSIB Tundukkan Dewa United
Dalam dua pekan terakhir, Santos mengaku melihat perubahan signifikan dari anak asuhnya. Mentalitas para pemain, menurutnya, meningkat drastis.
“Seperti yang saya bilang di konferensi pers, mental pemain sudah siap. Kami mengingatkan pemain tentang banyaknya kartu merah sebelumnya. Saya tekankan agar lebih disiplin,” katanya.
Disiplin ini menjadi sorotan utama karena Arema beberapa kali harus dirugikan oleh kartu merah, yang berimbas pada performa serta hasil pertandingan.
Stadion GBT selalu menjadi tempat sulit bagi Arema FC. Catatan pertemuan menunjukkan betapa beratnya mereka meraih poin di Surabaya. Namun Santos menolak tunduk pada sejarah.
Baca juga: Persebaya Gagal Maksimalkan Keunggulan Pemain, Arema Pulang dengan Satu Poin dari GBT
“Situasi di sana pasti sulit dengan stadion penuh. Tapi pemain sudah siap, dan saya yakin bisa dapat tiga poin. Aremania ingin lihat Arema ada di atas,” ujar Santos mantap.
Optimismenya memicu harapan baru di kubu Singo Edan. Meski tensi pertandingan dipastikan tinggi, Arema datang dengan tekad untuk mencuri poin maksimal sekaligus mengirim pesan kuat: Arema belum habis.
Derby Jatim selalu menyajikan drama, emosi, dan gesekan tensi tinggi. Sabtu nanti, GBT kembali akan menjadi panggung dua kekuatan besar Jawa Timur. Dan bagi Arema, laga ini bukan sekadar pertandingan, melainkan ujian mental, disiplin, serta ambisi mengembalikan nama besar mereka.(DEM)
Editor : Redaksi