MERAHPUTIH I JEMBER – Jawa Timur kembali memantapkan posisinya sebagai lokomotif ketahanan pangan nasional. Senin (24/11), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (IB) Bersama Ibu Gubernur Tahun 2025 yang dipusatkan di City Forest, Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur ini menjadi salah satu strategi memperkuat sektor peternakan, khususnya produksi daging sapi nasional.
Dalam sambutanya, Khofifah menyampaikan bahwa gerakan serentak ini bukan hanya sebatas layanan inseminasi buatan, tetapi juga melibatkan vaksinasi dan pemeriksaan kebuntingan ternak secara terpadu.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Pada saat kita masih melakukan pengendalian PMK, kita harus memberikan penguatan semangat kepada seluruh peternak,” ujar Khofifah. “Hari ini vaksinasi berjalan, inseminasi buatan dilakukan serentak, dan setelah itu pemeriksaan kebuntingan. Ini satu paket layanan yang saling terpadu untuk memastikan populasi dan kesehatan ternak kita meningkat.”
Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan sektor peternakan membutuhkan kolaborasi lintas elemen. Ia menyoroti peran dunia usaha, perguruan tinggi, asosiasi dokter hewan, HKTI, hingga lembaga seperti Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) dan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) yang terus dikuatkan.
Menurutnya, dengan sinergi yang semakin solid, target Indonesia mencapai swasembada daging bukanlah sesuatu yang mustahil.
“Hari ini kita masih impor daging sekitar 58 persen. Tapi kalau maksimal, dalam 3–4 tahun ke depan kita bisa swasembada daging,” tegasnya.
Khofifah juga menyampaikan bahwa capaian ketahanan pangan nasional menunjukkan tren positif:
- Tahun ini ditargetkan swasembada beras,
- Tahun depan swasembada gula,
- Dan 3–4 tahun lagi Indonesia menuju swasembada daging.
Dengan kontribusi Jatim sebagai pemasok 58 persen gula konsumsi nasional serta pusat produksi sapi terbesar di Indonesia, optimisme itu semakin kuat.
Gubernur menyebut Jawa Timur siap menjadi penyokong utama kebutuhan pangan nasional saat dunia tengah menghadapi ancaman krisis pangan global.
“Ada sapi usia dua tahun beratnya sudah mencapai satu ton. Dengan populasi dan produktivitas yang baik, Jawa Timur siap berada di garda terdepan menjaga ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya penuh keyakinan.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Kebanggaan juga hadir ketika Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) menyerahkan penghargaan kepada Khofifah atas rekor Inseminasi Buatan terbanyak dalam kurun satu tahun, mencapai 1.099.397 layanan sejak 1 Januari hingga 20 November 2025.
Piagam penghargaan diserahkan perwakilan Marketing MURI, Awan Rahargo, sebagai simbol keberhasilan Jawa Timur membangun gudang ternak nasional.
“Bersama Ibu Gubernur, Peternak Makmur” menjadi jargon yang digaungkan dalam momen itu.
Kepala Dinas Peternakan Jatim, Indyah Aryani, melaporkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 865 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten/kota. Semua pihak yang berkecimpung di dunia peternakan turut hadir: petugas lapang, stakeholder, hingga pelajar yang berpartisipasi dalam kegiatan minum susu bersama Ibu Gubernur.
Ia juga menyampaikan kekuatan sumber daya manusia yang dimiliki Jatim untuk mengawal kesehatan ternak:
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
- 1.417 petugas inseminasi buatan
- 750 petugas pemeriksa kebuntingan
- 950 dokter hewan
- 1.500 paramedis veteriner
- 94 pengawas peternakan
- 58 pengawas mutu pakan
- 95 pengawas obat hewan
“Kami bersyukur kegiatan ini bisa dicatatkan dalam Rekor MURI. Semoga menjadi pemantik semangat bahwa Jawa Timur siap menjadi gudang ternak nasional,” ucap Indyah.
Dengan langkah yang konsisten dan dukungan dari seluruh elemen, Jatim meneguhkan diri sebagai episentrum ketahanan pangan Indonesia. Lewat komitmen kuat pada sektor peternakan, Khofifah mengajak seluruh daerah bergerak serempak untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa menuju kedaulatan pangan yang sesungguhnya. (dpr)
Editor : Redaksi