Dinas Pendidikan Jatim Rumuskan Tiga Strategi Tingkatkan Serapan Lulusan SMK di Pasar Kerja Global

harianmerahputih.id
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai (kedua kiri) saat menandatangani MoU dengan industri beberapa waktu lalu.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Dinas Pendidikan Jawa Timur tengah memperkuat langkah konkret untuk memastikan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mampu menembus pasar kerja global maupun nasional. Lonjakan minat magang luar negeri serta meningkatnya kebutuhan industri menjadi latar belakang disusunnya tiga strategi besar untuk meningkatkan keterserapan tenaga kerja muda dari Jatim.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan optimisme sekaligus tantangan yang kini dihadapi. “Hampir 5.000 anak-anak kita akan menyerbu pasar global di 11 negara, mulai Jepang, Korea, Jerman, hingga Australia dan China. Ini capaian besar, tetapi kita juga harus jujur bahwa kompetensi bahasa menjadi salah satu tantangan terbesar ketika mereka bersaing di industri global,” ujarnya, Jumat di Surabaya.

Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Sholat Ghaib untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Strategi pertama yang digagas Dindik Jatim adalah mempertebal hubungan link and match antara SMK dan dunia industri. Melalui keterlibatan industri dalam proses pembelajaran, lulusan diharapkan lebih siap menghadapi kebutuhan nyata di lapangan kerja.

“Industri harus menjadi bagian dari ruang belajar. Kita ingin siswa tidak hanya mahir secara teknis, namun juga paham standar dan ritme kerja di dunia usaha,” jelas Aries.

Langkah kedua yang disiapkan adalah percepatan sertifikasi dan penyediaan mikro-kredensial. Berkas kompetensi tersebut diposisikan sebagai “paspor” bagi siswa yang hendak bekerja atau magang, terutama di luar negeri.

Selain kompetensi teknis, Aries menekankan pentingnya karakter. Ia mengingatkan adanya sejumlah siswa yang dipulangkan dari Jepang akibat masalah kedisiplinan. “Skill itu penting, tapi karakter tidak kalah penting. Dunia kerja global sangat menuntut etos yang kuat,” tegasnya.

Baca juga: DWP Surabaya Gelar Pelatihan Mewiru Jarit, Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

Strategi ketiga berfokus pada perlindungan dan perluasan akses pasar kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Jawa Timur sendiri menyumbang 26–27 persen PMI nasional sehingga masukan dari para pekerja migran sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas program magang.

“Kita memerlukan penguatan kompetensi, terutama bahasa asing, pemahaman budaya negara tujuan, serta regulasi kerja di luar negeri. Ini mutlak agar anak-anak kita siap masuk pasar global,” ujar Aries.

Menurut data Dindik Jatim, sejumlah sektor tengah membuka peluang kerja dalam skala besar. Itu meliputi industri otomotif, termasuk kendaraan listrik, manufaktur modern, logistik, pariwisata, industri kreatif, hingga kesehatan dan farmasi industri.

Baca juga: Konflik Berkepanjangan di RS Pura Raharja Menguat: Kuasa Hukum Abdi Negara Jatim Gerak Cepat Ultimatum CEO

Untuk menjawab tuntutan tersebut, Aries meminta sekolah memperkuat peran Bursa Kerja Khusus (BKK) serta terus memperbarui kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri. “Literasi digital, etika kerja, dan budaya kerja profesional harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan vokasi,” katanya.

Dengan tiga strategi kunci ini, Dindik Jatim menargetkan lulusan SMK tidak hanya siap bersaing dalam negeri, namun juga tampil sebagai tenaga terampil yang diperhitungkan di pasar global.(dpr)
 
 
 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru