MERAHPUTIH I GRESIK — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Apel Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 di Lapangan PT Petrokimia Gresik, Rabu (14/1). Pada momentum ini, Khofifah menegaskan pentingnya penguatan ekosistem K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Menurut Khofifah, keselamatan dan kesehatan kerja bukan semata kewajiban regulasi, tetapi nilai dasar yang menjamin hak pekerja untuk bekerja dengan aman dan pulang selamat. Prinsip tersebut sejalan dengan Nawa Bhakti Satya Pemprov Jatim, khususnya Jatim Kerja, yang menempatkan perlindungan pekerja dan produktivitas sebagai prioritas pembangunan daerah.
Baca juga: Operasional Koperasi Merah Putih di Jatim Baru 11,7 Persen, Kendala Lahan Jadi Tantangan Serius
“Tidak ada satu pihak pun yang bisa mengelola K3 sendirian. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, akademisi, asosiasi profesi, dan media menjadi kunci keberlanjutan sistem K3,” ujarnya.
Baca juga: Lia Istifhama: Influencer Tak Cukup Bermodal Popularitas, Harus Berkarakter dan Berilmu
Atas sinergi tersebut, Pemprov Jatim kembali menorehkan prestasi nasional di bidang K3. Sepanjang awal 2026, sebanyak 717 perusahaan dan sembilan kepala daerah menerima penghargaan K3, mulai dari kategori Pembina K3 Terbaik, Zero Accident, SMK3, hingga program pencegahan HIV/AIDS dan Tuberkulosis. Khofifah menyebut Jawa Timur telah enam kali berturut-turut meraih penghargaan Pembina K3 Terbaik Nasional.
Meski demikian, ia menegaskan peningkatan kualitas K3 harus terus dilakukan berbasis data, kompetensi, dan integritas, serta diperkuat dengan pelatihan dan evaluasi berkelanjutan agar sistem K3 tetap andal menghadapi risiko dan krisis.
Baca juga: Reses di 16 Daerah Jatim, Lia Istifhama Tegaskan Empat Agenda Mendesak Nasional
Di akhir apel, Khofifah menyerahkan secara simbolis 30 piagam penghargaan K3 serta klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada tiga ahli waris pekerja. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemicu lahirnya budaya keselamatan kerja yang mandiri, manusiawi, dan berkelanjutan di Jawa Timur.(red)
Editor : Redaksi