MERAHPUTIH I BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersiap melakukan langkah besar dalam menata denyut ekonomi kerakyatan melalui rencana revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro pada 2026. Pasar yang selama puluhan tahun menjadi pusat transaksi dan ruang perjumpaan warga ini akan ditransformasi menjadi kawasan publik yang lebih representatif, bersih, dan sehat, seiring dengan dinamika perkembangan kota dan kebutuhan masyarakat modern.
Revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Lebih dari itu, kebijakan ini diposisikan sebagai upaya memperkuat fungsi pasar tradisional sebagai jantung ekonomi rakyat sekaligus ruang sosial yang mempererat silaturahmi antarwarga. Dengan sentuhan desain baru yang humanis, pasar di tepian Bengawan Solo tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan zaman tanpa tercerabut dari akar tradisinya.
Baca juga: 14 Dapur MBG di Bojonegoro Tutup Sementara, Puluhan Ribu Penerima Manfaat Terdampak
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, menegaskan bahwa konsep pembangunan pasar ini mengedepankan kenyamanan dan keberpihakan pada pedagang serta pengunjung. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 80 miliar untuk membangun ulang pasar lama menjadi gedung tiga lantai yang modern namun tetap inklusif.
“Kami ingin para pedagang menempati fasilitas yang memadai. Fokus kami adalah menghadirkan tempat yang bersih dan nyaman, sehingga baik penjual maupun pembeli bisa bertransaksi dengan hati yang senang,” ujar Achmad Gunawan, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, wajah baru Pasar Kota Bojonegoro dirancang untuk menghapus kesan kumuh yang kerap melekat pada pasar tradisional. Penataan ruang yang lebih terang, sirkulasi udara yang baik, serta pengelolaan kebersihan yang optimal menjadi bagian penting dari desain revitalisasi tersebut.
Dalam rencana pengembangannya, lantai satu dan dua gedung pasar akan difungsikan sebagai area kios pedagang. Penataan dilakukan secara rapi dan terstruktur agar aktivitas jual beli berlangsung lebih tertib dan nyaman. Sementara itu, lantai tiga disiapkan sebagai ruang multifungsi yang akan dimanfaatkan untuk sarana olahraga serta kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro.
Baca juga: Panen Raya di Guyangan: “Aku Hatinya PKK” Tumbuhkan Kemandirian Pangan dan Perangi Stunting
“Pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang publik yang bisa dimanfaatkan bersama. Karena itu, konsepnya kami buat terbuka dan ramah bagi semua lapisan masyarakat,” jelas Achmad.
Pemkab Bojonegoro menegaskan bahwa modernisasi pasar tidak akan mengorbankan keberadaan pedagang lama. Sebaliknya, revitalisasi ini justru diharapkan menjadi pemicu meningkatnya jumlah pengunjung, yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi dan kesejahteraan keluarga para pedagang.
Dalam proses perencanaan, pemerintah daerah telah melakukan serangkaian musyawarah mufakat dengan para pedagang Pasar Kota Bojonegoro. Salah satunya berlangsung pada Agustus 2025 lalu, yang dipimpin Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Dinas PKP Cipta Karya. Forum tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi pedagang agar konsep revitalisasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Baca juga: Bojonegoro Angkat Tema Migas Darat di Forum Pemimpin Geopark Indonesia
Langkah dialogis ini, menurut Pemkab Bojonegoro, menjadi kunci agar revitalisasi pasar tidak menimbulkan kegelisahan, melainkan rasa memiliki dan kebanggaan bersama. Pemerintah ingin memastikan bahwa para pedagang tetap menjadi subjek utama dalam pembangunan pasar, bukan sekadar objek kebijakan.
“Revitalisasi ini adalah bentuk penghormatan kami kepada para pejuang ekonomi keluarga. Kami ingin pasar kebanggaan kita ini menjadi wajah Bojonegoro yang modern namun tetap ramah,” tutup Achmad Gunawan.
Pengerjaan fisik revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro yang dikoordinasikan oleh Dinas PKP Cipta Karya dijadwalkan mulai berjalan pada 2026. Pemerintah daerah berharap, dengan hadirnya pasar yang lebih tertata dan representatif, semangat baru ekonomi kerakyatan dapat tumbuh, sekaligus memperkuat identitas Bojonegoro sebagai kota yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan.(jon)
Editor : Redaksi