KAI Pulihkan Layanan Pascabanjir, Keselamatan Jadi Prioritas Utama

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia terus mempercepat pemulihan operasional perjalanan kereta api di sejumlah lintasan yang terdampak banjir hingga Senin (19/1) pagi. Dalam proses tersebut, KAI menerapkan pengaturan perjalanan secara adaptif dan berhati-hati dengan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa setiap kebijakan operasional yang diambil perusahaan didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis di lapangan serta mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca dan prasarana.

Baca juga: Gus Yasin–Ning Nawal Turun Langsung ke Lokasi Banjir Pekalongan, Pastikan Warga Aman dan Terlayani

“Penanganan prasarana di sejumlah titik terdampak menunjukkan kemajuan. Saat ini, kereta api sudah dapat kembali melintas di lintasan utama dengan pengaturan kecepatan dan pengamanan sesuai standar keselamatan,” ujar Anne.

Di wilayah Daop 4 Semarang, proses pemulihan pada petak jalan Pekalongan–Sragi terus menunjukkan perkembangan positif. Pada pukul 05.10 WIB, genangan air di jalur hulu dan hilir berhasil ditangani sehingga seluruh perjalanan kereta api dapat kembali beroperasi menggunakan lokomotif dinas masing-masing. Meski demikian, pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam masih diberlakukan sembari menunggu proses pemadatan balas menggunakan mesin Multi Tie Tamper (MTT) untuk memastikan stabilitas dan geometri rel sesuai standar keselamatan.

Upaya perbaikan dilakukan melalui ecer balas dan pengangkatan jalur secara manual, yang dilanjutkan dengan ecer balas lanjutan serta pengangkatan jalur di beberapa titik. Apabila kondisi lapangan memungkinkan, KAI juga menyiapkan pemecokan menggunakan alat berat.

Sementara itu, di Daop 1 Jakarta, genangan air di emplasemen Kampung Bandan telah berhasil ditangani. Pengangkatan jalur dilakukan sejak Minggu sore hingga malam hari, baik secara manual maupun menggunakan kendaraan pemeliharaan jalan rel (KPJR), dan dinyatakan rampung pada pukul 04.30 WIB. Kereta api pertama melintas dengan pembatasan kecepatan 20 km/jam, yang selanjutnya disesuaikan secara bertahap berdasarkan evaluasi teknis.

Baca juga: Banjir Ganggu Lintasan, 14 KA dari dan ke Jatim Terdampak

Selama masa pemulihan, KAI masih melakukan pembatalan terhadap 34 perjalanan kereta api jarak jauh hingga Senin, 19 Januari 2026. Secara kumulatif, sekitar 38 ribu pelanggan telah melakukan pembatalan tiket.

“Langkah ini diambil untuk memastikan setiap perjalanan yang dioperasikan benar-benar aman bagi pelanggan maupun petugas di lapangan,” tegas Anne.

Menurut Anne, gangguan operasional dipicu oleh curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem sejak Jumat (16/1) yang menyebabkan luapan sungai serta jebolnya tanggul di sekitar lintasan Pekalongan–Sragi. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Jakarta yang mengalami genangan di sejumlah emplasemen dan petak jalan operasional.

Baca juga: PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan 649.780 tempat duduk untuk melayani mobilitas masyarakat selama libur panja

“Kondisi ini merupakan force majeure akibat faktor alam di luar kendali operasional perusahaan,” jelasnya.

KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Perusahaan memastikan hak pelanggan tetap terpenuhi melalui mekanisme service recovery dan pengembalian bea tiket 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru