MERAHPUTIH I JAKARTA – Terobosan baru kembali dihadirkan PT Kereta Api Indonesia melalui layanan kereta khusus lintas Merak–Rangkasbitung. Sarana ini merupakan hasil modifikasi penuh yang dikerjakan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng dengan penyesuaian desain sesuai kebutuhan pengguna, khususnya pedagang dan petani kecil.
Proses pengerjaan tidak sekadar mempercantik tampilan interior. Tim teknis internal melakukan penataan ulang ruang penumpang, pemisahan area bagasi agar lebih tertib, penguatan aspek keselamatan, hingga penyesuaian akses naik turun di sejumlah stasiun. Seluruhnya dirancang untuk mengakomodasi pelanggan yang membawa barang dagangan dalam volume tertentu tanpa mengganggu kenyamanan perjalanan.
Baca juga: Stimulus Lebaran 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp911 Miliar untuk Diskon Transportasi
Secara teknis, kereta ini memiliki 73 tempat duduk serta dilengkapi area bagasi khusus. Operasionalnya mencapai 14 perjalanan per hari, terdiri dari 7 perjalanan relasi Merak–Rangkasbitung dan 7 perjalanan Rangkasbitung–Merak, yang melayani 11 stasiun di sepanjang lintas tersebut. Untuk menjaga keteraturan, setiap pelanggan diperkenankan membawa maksimal dua koli dengan dimensi 100 cm x 40 cm x 30 cm.
Layanan ini merupakan hasil kolaborasi KAI Group bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui skema Public Service Obligation (PSO). Tarif yang ditetapkan sebesar Rp3.000, setara dengan tarif KRL umum menjadikan moda ini tetap terjangkau bagi masyarakat kecil yang menggantungkan distribusi hasil usaha pada transportasi rel.
Baca juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, KAI Kerahkan Ratusan Personel dan Sistem AMUS di Jalur Rawan
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa modifikasi yang dilakukan menjadi bukti kesiapan fasilitas perawatan sarana dalam menghadirkan layanan berbasis kebutuhan masyarakat.
“KAI akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi operasional berdasarkan data perjalanan serta respons pelanggan guna menjaga kualitas layanan di lintas Merak,” ujar Anne.
Baca juga: KA Gajayana Perkuat Mobilitas Malang–Jakarta, Layani 380 Ribu Penumpang Sepanjang 2025
Dengan sentuhan inovasi dari dalam negeri dan tarif yang tetap bersahabat, layanan ini diharapkan menjadi penggerak roda ekonomi lokal sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai transportasi rakyat.(red)
Editor : Redaksi