MERAHPUTIH I BANDUNG – Malam Minggu di Kota Kembang dipastikan membara. Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan menjadi panggung duel panas antara PERSIB Bandung dan Persita Tangerang pada pekan ke-22 Super League 2025/26, Minggu (22/2/2026) pukul 20.30 WIB. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga angka. Ada harga diri, ada luka yang belum sembuh, dan ada ambisi besar yang dibawa kedua kubu.
Bagi Maung Bandung, pertandingan ini memuat dua misi sekaligus: bangkit dari kekecewaan dan menuntaskan dendam. Kegagalan melangkah lebih jauh di ajang AFC Champions League Two masih menyisakan perih. Langkah mereka terhenti di babak 16 besar, menyisakan pekerjaan rumah besar untuk kembali fokus ke kompetisi domestik.
Baca juga: Dipermalukan di Jepara! Persebaya Tersungkur, Persijap Hancurkan Asa Bajol Ijo 3-1
Tak hanya itu, kekalahan 1-2 dari Pendekar Cisadane pada putaran pertama menjadi noda yang ingin segera dihapus. Kekalahan tersebut masih membekas, terlebih terjadi di saat PERSIB tengah berupaya menjaga konsistensi di jalur juara.
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, tak menampik laga ini sarat emosi. Namun, ia menegaskan timnya harus tetap bermain dengan kepala dingin. Menurutnya, Persita bukan lawan yang bisa diremehkan.
“Persita adalah tim yang bagus dan sangat terorganisir. Mereka tidak banyak kebobolan, tapi juga tidak banyak mencetak gol. Mereka sangat kompak dan berbahaya dalam menunggu kesalahan lawan untuk melakukan serangan balik cepat,” ujar Hodak.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sepanjang musim ini, Persita dikenal sebagai tim dengan blok pertahanan rapat dan disiplin tinggi. Produktivitas gol mereka mungkin tak mencolok, namun efektivitas serangan balik kerap menjadi senjata mematikan.
Meski demikian, Hodak menaruh keyakinan besar pada kekuatan kandang. Bermain di GBLA, di bawah sorakan puluhan ribu Bobotoh, menjadi energi tambahan yang sulit ditandingi tim tamu.
“Kami bermain di rumah sendiri. Di GBLA, kami selalu mengincar hasil positif untuk menjaga posisi di puncak klasemen,” tegas pelatih asal Kroasia tersebut.
Baca juga: Castel Siap Meledak di GBLA, PERSIB Incar Tiga Poin dari Persita
Di sisi lain, Persita datang bukan sebagai tamu yang pasrah. Pelatih mereka, Carlos Pena, menebar kepercayaan diri tinggi. Kemenangan di pertemuan pertama menjadi modal psikologis penting bagi tim asal Tangerang itu.
“Persiapan kami berjalan bagus, hampir semua pemain siap untuk pertandingan besok. Kami sangat termotivasi melawan juara bertahan di stadion yang atmosfernya luar biasa,” ujar Pena.
Ia mengakui bahwa PERSIB kini tampil jauh lebih solid dibanding awal musim. Perubahan taktik, kedalaman skuad, serta konsistensi permainan membuat Maung Bandung semakin matang dalam perburuan gelar. Namun, Pena menegaskan, timnya datang dengan ambisi yang sama: tiga poin.
“PERSIB saat ini sangat berbeda dan sudah banyak berubah sepanjang musim. Memang kami menang di pertemuan pertama, tapi besok adalah tantangan baru dan kami datang untuk meraih tiga poin lagi,” katanya tegas.
Baca juga: PERSIB Geser Latihan ke Malam Hari, Hodak Jaga Intensitas di Bulan Ramadan
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat. PERSIB kemungkinan akan mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal, mencoba membongkar pertahanan disiplin Persita. Sementara tim tamu diperkirakan tetap setia pada skema menunggu dan menghukum lewat transisi cepat.
Lebih dari sekadar laga pekan ke-22, duel ini menjadi titik krusial dalam peta persaingan papan atas. Bagi PERSIB, kemenangan berarti menjaga jarak di puncak klasemen sekaligus membuktikan bahwa mereka telah benar-benar “move on” dari kegagalan di level Asia. Sebaliknya, bagi Persita, hasil positif di Bandung akan menjadi sinyal kuat bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai penantang serius.
Malam nanti, GBLA bukan hanya menjadi stadion. Ia akan menjelma menjadi arena pembuktian, apakah Maung Bandung mampu menuntaskan revans, atau justru Pendekar Cisadane kembali mencuri cerita.(ban)
Editor : Redaksi